assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

AHLAN WA SAHLAN

Dari Ibnu Abbas rodhiallohu ‘anhu dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda menyampaikan apa yang diterimanya dari Tuhannya Alloh ‘azza wa jalla. Dia berfirman, “Sesungguhnya Alloh mencatat semua amal kebaikan dan keburukan”. Kemudian Dia menjelaskan. “Maka barang siapa telah berniat untuk berbuat suatu kebaikan, tetapi tidak melakukannya, maka Alloh mencatatnya sebagai satu amal kebaikan. Jika ia berniat baik lalu ia melakukannya, maka Alloh mencatatnya berupa sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan masih dilipatgandakan lagi. Dan barang siapa berniat amal keburukan namun tidak melakukannya, Alloh akan mencatatnya sebagai amal kebaikan yang utuh, dan bila ia berniat dan melakukannya, maka Alloh mencatatnya sebagai satu amal keburukan.”
(HR. Bukhori dan Muslim dalam kedua kitab Shahih-nya dengan redaksi tersebut)

Selasa, 29 Apr 08 16:59 WIB

“Bu… kapan suara bom itu berhenti?”“Bu... apakah kita bisa bermain di pantai dan berenang-renang di sana?” “Bu… kita pasti bisa bermain sepeda lagi di sekitar rumah” “Bu… seperti kata Ibu, kita pasti bisa naik mobil menembus pengepungan ini. Benar kan, bu?”

Pertanyaan demi pertanyaan itu mengisi benak dan mimpi anak-anak kecil di Ghaza. Mereka bertanya dan bertanya pada orang tua mereka, kapan mereka bisa bersuka cita? Apalagi, meski tak terlalu mengerti, setidaknya mereka turut mendengar bila ada perwakilan Ghaza yang berangkat ke Kairo Mesir untuk membahas upaya gencatan senjata. Itu tandanya, bagi mereka, ada harapan kebahagiaan setelah itu.

Hanaa, gadis cilik usia lima tahun berteriak gembira, “Akhirnyaa.. aku bisa tidur dengan tenang.. “ Adiknya, Shalih yang berusia 4 tahun menyambut, “Kita bisa bermain dan bersenang-senang lagi…” Sang ibu kemudian menjawab kebahagiaan itu, “Ayo.. sekarang tidur dulu.. biar besok pagi kita dengarkan bagaimana berita tentang gencatan senjata… semoga saja apa yang kalian harapkan terwujud..“ Malam itu, keluarga Muslim di Ghaza pun terlelap dalam mimpi indahnya tentang suasana yang lebih aman.

Tapi, harapan dan mimpi itu dijawab Zionis Israel dengan berita bak mengiris hati dengan sembilu. Pagi keesokan harinya, bom Israel sengaja ditembakkan ke rumah Abu Ma’tiq yag terletak di utara Ghaza. Anak-anak yang ada di dalam rumah itu, Mas’ad (1), Hanaa (3), Shalih (4), Radena (6), semuanya bergelimpangan tanpa nyawa di antara reruntuhan rumah. Sang ibu, dengan penuh luka dan tangis akhirnya sampai ke rumah sakit. Dan tak beberapa lama, ia pun menghembuskan nafasnya yang terakhir, menyusul keempat anaknya. Ia seperti tak mau berlama-lama tinggal di dunia yang hampa dari senyuman anak-anak yang menjadi buah hatinya.

Sang ayah, dengan lirih berkata, “Mereka merampas semua keluargaku... rumahku sekarang hancur.. tak ada penghangat di musim dingin.. semuanya hilang. Mereka semalam bermimpi tentang gencatan senjata dan pencabutan isolasi Ghaza. Mereka juga sudah merencanakan hari libur yang indah. Mereka ingin hidup dengan aman. Tapi kedengkian dan kebencian Israel telah merampas mereka dan mimpi-mimpi mereka. Mereka semuanya meninggal.. “

Hari itu, Bait Hanun, menyelimuti jasad para syuhadanya. Duka kembali menghangat di perkampungan pejuang Palestina yang tak mau tunduk dengan keinginan Israel dan AS yang terbukti haus darah. Ya, mimpi tentang gencatan senjata, dijawab dengan pembantaian.. Inna lillah..

Sumber:www.eramuslim.com




Selasa, 29 Apr 08 16:20 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. A Hasyim Muzadi menegaskan, pemerintah harus bertanggung jawab terhadap aksi pembakaran masjid milik jamaah Ahmadiyah di Kampung Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Meskipun sudah dinyatakan menyimpang, aset, fasilitas, dan milik jamaah Ahmadiyah harus dilindungi.

"Itu termasuk tindak kriminal. Tindakan ini tidak bisa dikaitkan dengan tindak penyimpangan Ahmadiyah. Pemerintah harus mencegah hal itu, " katanya kepada wartawan, di Gedung PBNU Jakarta, Senin (28/4).

Hasyim menegaskan, PBNU mengecam tindakan kekerasan yang ditunjukkan masyarakat terhadap warga Ahmadiyah. Karena, dalam ajaran Islam diharamkan melakukan tindakan kekerasan.

"Ya, tidak boleh, kalau sendiri-sendiri (main hakim), nanti tidak ada lagi aturan hukum nasional, " katanya.

Ia menjelaskan, penyimpangan yang dilakukan Ahmadiyah menyangkut masalah akidah. Dan, mengenai aset dan fasilitas milik pengikut aliran itu, jelas tak ada hubungannya dengan masalah akidah. Karena itu, lanjut Hasyim, masyarakat tidak punya hak untuk melakukan perusakan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu mendesak kepada pemerintah agar mencegah segala bentuk tindakan kekerasan pada Ahmadiyah. Pasalnya, Indonesia adalah negara hukum dan segala masalah harusnya diselesaikan menurut hukum yang berlaku.

“Pembakaran tidak boleh karena Indonesia, ada imam negara. Serahkan semua pada pemimpin. Kalau 'jalan' sendiri-sendiri, berarti tidak ada aturan hukum nasional, ” pungkas Presiden World Conference on Religions for Peace itu.

Seperti diketahui, sekitar 500 warga Parakan Salak, Kecamatan Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi, Jabar, melakukan pembakaran terhadap masjid Al-Furqon, Ahad (27/4) malam. Masjid itu merupakan tempat ibadah Jemaat Ahmadiyah di Sukabumi. Dalam peristiwa itu, warga sempat menahan mobil pemadam kebakaran yang akan melakukan pemadaman di lokasi.

Peristiwa itu disebut-sebut merupakan buntut dari tuntutan warga sekitar yang menghendaki ditutupnya aktivitas serta tempat peribadatan Ahmadiyah. Tuntutan warga itu sempat dituangkan dalam surat keputusan bersama antar-warga yang berasal dari wilayah III Sukabumi. Namun, menurut warga, tuntutan tersebut diabaikan pihak Ahmadiyah.

Sumber:www.eramuslim.com

Senin, 28 Apr 08 15:50 WIB

Orang banyak mengenalnya sebagai Pak Natsir. Nama lengkapnya Muhammad Natsir, bergelar Datuk Sinaro nan Panjang, lahir di Minangkabau tanggal 17 Juli 1908, tepatnya di kampung Jembatan Berukir, Alahan Panjang, Sumatera Barat, dari pasangan Sutan Saripado dan Khadijah. Beliau adalah tokoh bangsa, tokoh umat, dan tokoh dunia Islam, karena aktifitas dan peran yang telah dilakukannya untuk Islam dan umat tanpa mengenal lelah.

Pada tahun 1945-1946, pak Natsir menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP), tahun 1946-1949 menjabat sebagai Menteri Peneranan RI, tahun 1950-1951 menjadi Perdana Menteri RI.

Dalam percaturan dunia Islam, khususnya di negara-negara Arab, pak Natsir sangat dikenal, dihormati dan disegani, beliau ikut serta dan terlibat pada beberapa organisasi Islam tingkat internasional, tahun 1967 diamanahkan menjabat Wakil Presiden World Muslim Congress (Muktamar Alam Islami), Karachi, Pakistan, tahun 1969 menjadi anggota World Muslim League, Mekah, Saudi Arabia, tahun 1972 menjadi anggota Majlis A’la al-Alam lil Masajid, Mekah, Saudi Arabia, tahun 1980 menerima “Faisal Award” atas pengabdiannya kepada Islam dari King Faisal, Saudi Arabia, tahun 1985 menjadi anggota Dewan Pendiri The International Islamic Charitable Foundation, Kuwait, pada tahun 1986 menjadi anggota Dewan Pendiri The Oxford Centre for Islamic Studies, London, Inggris dan angota Majelis Umana’ International Islamic Univesity, Islamabad, Pakistan.

Ketika Subandrio naik haji dan ingin bertemu dengan Raja Faisal, Raja Faisal tidak mau menerimanya. Setelah diusahakan oleh pihak KBRI Jedah dan prosesnya agak lama, akhirnya Raja Faisal mau juga menerima Subandrio yang saat itu menjadi orang penting di Indonesia. Subandrio menceritakan tentang Islam di Indonesia, juga menceritakan perannya membela Islam, kisah naik haji dan lain-lain.

Tanpa disangka dan diduga oleh Subandrio, Raja Faisal langsung bertanya, “Kenapa saudara tahan Muhammad Natsir?”. Pak Natsir pernah diasingkan oleh pemerintah Orde Lama ke Batu Malang, Jawa Timur (1960-1962) dan menjadi “tahanan politik” di Rumah Tahanan Militer (RTM) Keagungan Jakarta (1962-1966).

“Saudara tahu”, kata Raja Faisal. “Muhammad Natsir bukan pemimpin umat Islam Indonesia saja, tetapi pemimpin umat Islam dunia ini, kami ini!”.

Dalam bidang akademik, Pak Natsir menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang Politik Islam dari Universitas Islam Libanon (1967), dalam bidang sastra dari Universitas Kebangsaan Malaysia, dan dalam bidang pemikiran Islam dari Universitas Saint dan Teknologi Malaysia (1991).

Perhatian dan kepedulian Pak Natsir terhadap Palestina terus bergelora, tak lapuk karena hujan, tak lekang karena panas, walau usianya sudah uzur, lah laruik sanjo istilah orang Minang, beliau masih memiliki semangat yang tinggi dan kepedulian yang besar terhadap urusan umat khususnya Palestina.

Pak Natsir banyak meninggalkan karya tulis yang berkaitan dengan dakwah dan pemikiran, sebagiannya diterbitkan dalam bahasa Arab, misalnya Fiqh Da’wah, dan Ikhtaru Ahadas Sabilain (Pilih Salah Satu dari Dua Jalan). Beliau juga menulis buku khusus yang membahas permasalahan Palestina dengan judul Qadhiyatu Falisthin (Masalah Palestina).

Menurut Al-Mustasyar Abdullah Al-‘Aqil, mantan wakil Sekretaris Jendral Rabithah Alam Islami di Mekah Al-Mukaromah, “Dr. Muhammad Natsir sangat serius memperhatikan masalah Palestina. Ia temui tokoh, pemimpin dan dai di negara-negara Arab dan Islam untuk membangkitkan semangat membela Palestina, setelah kekalahan tahun 1967”.

Ketika redaktur majalah “Al-Wa’yul Islami” Kuwait, ustadz Muhammad Yasir Al-Qadhami bersilaturrahim ke rumah pak Natsir, Februari 1989, dan bertanya tentang tokoh-tokoh yang berpengaruh pada dirinya dan mempengaruhi perjuangannya, pak Natsir menjawab, “ Haji Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, Imam Asy Syahid Hasan Al-Banna, dan Imam Hasan Al-Hudhaibi. Sedang tokoh-tokoh Indonesia adalah Syekh Agus Salim dan Syekh Ahmad Surkati.”

Di hadapan sekitar 2.000 orang yang hadir dalam acara Tasyakur 80 Tahun Muhammad Natsir, di Masjid Al-Furqan, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, 17 Juli 1988. Pak Natsir menyampaikan kepada jama’ah, founding fathers, tokoh dan pendiri Republik ini, ulama, zuama, cendikiawan, dan generasi muda Islam tentang perjuangan anak-anak dan pemuda Palestina melawan penjajah Zionis Israel.

“Soal Palestina yang selama ini macet, hidup kembali dengan demonstrasi, pemuda-pemuda dan anak-anak sekolah yang secara spontan menyatakan protes dengan beramai-ramai melempari dengan batu (bukan granat) dengan seruan Allahu Akbar, ke arah tentara Israel yang bersenjata lengkap. Sudah delapan bulan yang demikian itu berjalan, sudah banyak yang syahid ditembaki oleh tentara Israel. Tetapi mereka tak berhenti. Siapa yang mnenyangka tadinya akan demikian semangat jihad anak-anak belasan tahun berhadapan dengan angkatan bersenjata Israel…Demikianlah. Tak ada yang tetap di dunia ini. Innazzamaana Qadistadaara (Zaman beredar, musim berganti)”.

Walau dikenal luas oleh para tokoh dunia, Pak Natsir tetap menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan. Pak Natsir merupakan salah satu dari sedikit tokoh Islam Indonesia yang sungguh-sungguh berjuang menghidupi Islam, bukan sungguh-sungguh hidup dari memanfaatkan Islam, sehingga menjadi gemuk di jalan dakwah, seperti yang sekarang banyak dikerjakan orang-orang yang mengaku tokoh Islam. Bagi Pak Natsir, dunia dengan segala gemerlapnya adalah kepalsuan, bukan hakikat.

Tokoh yang sederhana ini wafat pada hari Sabtu tanggal 6 Februari 1993 pukul 12.10 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam usia 84 tahun. Semoga Allah ampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan dilapangkan kuburnya, dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih di dalam surga.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauhmahfuz).”(QS: Yaasin/36: 12).

Sumber: www.eramuslim.com

H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA email: ferryn2006@yahoo.co.id

Senin, 28 Apr 08 15:06 WIB

Usia belasan merupakan saat-saat paling indah bagi setiap manusia. Dalam rentang masa usia itulah, banyak pengalaman dan perkembangan baru yang dialami setiap manusia yang hidup di bumi ini. Dari perkembangan tubuh, pemikiran, jiwa, hingga religiusitas.

Namun saat-saat yang indah tersebut rupanya tidak berlaku bagi Maryam Tal’at Ma’rouf, 14 tahun. Remaja Palestina ini di usia yang masih sangat belia dipaksa mengakhiri kehidupan dan segala mimpi indahnya tatkala sepasukan tentara Zionis-Israel mendobrak rumahnya yang sebagian telah hancur menjadi puing dan langsung menyemburkan senjata apinya ke seluruh isi rumah.

Maryam dan ibunya, Samyah Ma’rouf, langsung jatuh tersungkur tersiram beberapa timah panas. Gadis dari Beit Lahiya, utara Jalur Gaza tersebut langsung menemui Sang Khaliq.

Peristiwa menyedihkan itu terjadi hari Sabtu pagi (26/4) dan merupakan satu dari rentetan pembunuhan yang dilakukan pasukan Zionis di daerah itu dibantu siraman timah pans yang dimunahkan dari helikopter-helikopter tempur Israel yang bersliweran di atas langit.

Muawiyah Hassanein, Direktur Emergency and Ambulance Services di dalam Kementerian Kesehatan Palestina, mengidentifikasi beberapa warga sipil Palestina yang menjadi korban kebrutalan pasukan Israel. Antara lain Saleh Ma'rouf (40), Zuhair Sobh (27), Ziad, Mustafa Sobh (28), Ahmad Abd al-Muttalib Al-Kahlout (25), dan Al-Kahlout (14). Seluruhnya dilarikan ke Kamal Udwan Hospital di Utara Gaza.

Apa yang terjadi di atas merupakan rutinitas yang terjadi di Palestina, wabilkhusus Jalur Gaza, setiap hari. Adakah kita masih sudi membelanjakan uang kita untuk membeli produk-produk pendukung Zionis-Israel yang sesungguhnya wajib kita haramkan untuk membelinya. Jika kita lupa, silakan melihat daftar produk pro Israel yang wajb diboikot, haram untuk dibeli oleh umat Islam, di situs www.inminds.co.uk. Jadilah Muslim yang menghidupkan Islam, bukan hidup dari Islam!

Sumber :www.eramuslim.com

Kamis, 25 Apr 08 13:30 WIB

Obat-obatan dilarang ketat masuk ke wilayah Ghaza. Tapi beberapa waktu terakhir, sejumlah obat standar sudah muncul di sejumlah apotik di kota yang terisolir ketat oleh kekejaman Israel itu.

Bahan bakar dan bahan makan pokok juga tidak boleh datang memenuhi kebutuhan penduduk Ghaza. Tapi belakangan, bahan bakar dan sejumlah bahan makan pokok sudah mulai dijual di pasar-pasar Ghaza. Ada apa gerangan?

Penduduk Ghaza memang tak pernah tunduk pada keinginan Israel dan AS untuk menjungkalkan Hamas yang telah menjadi pilihan mereka. Karenanya, bagi penduduk Ghaza tak ada kata lain kecuali bertahan dan mencari solusi yang mungkin dilakukan untuk tetap bertahan hidup. Terlebih makin lama, Israel makin memperketat pasokan kebutuhan hidup mereka, di tengah sikap diam dunia internasional.

Dan inilah rahasianya, menurut Abu Khalid, sejumlah penduduk Ghaza kini aktif menggali lubang-lubang bawah tanah untuk mendapatkan haknya untuk hidup. Simak ungkapannya, “Permintaan solar, bensin, gas dalam berbagai bentuknya meningkat. Dan dalam beberapa waktu lalu kami membawa juga makanan dan obat-obatan ke Ghaza. Ada tempat rahasia dan persiapan yang baik dengan penuh kehati-hatian dan hubungan yang luas. Itulah yang paling utama kami lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Kami mulai menggali lubang bawah tanah, yang kini menjadi aset yang paling berharga saat isolasi Israel. Kami berusaha membawa para pekerja penggali lubang bawah tanah berikut peralatannya dengan waktu yang sangat singkat agar tidak diketahui oleh Israel.”

Ya, ternyata lubang bawah tanahlah yang menjadi arus jalan yang menghubungkan penduduk Ghaza dengan dunia lain. Sebenarnya upaya penggalian lubang bawah tanah sudah dimulai sejak meletusnya intifadhah Al-Aqsha tahun 2000. Sejumlah keluarga memilih profesi yang menguntungkan itu untuk dipekerjakan oleh para pedagang, guna menggali lubang. Dan dana yang dibutuhkan untuk menggali lubang bawah tanah antara 3 ribu sampai 4 ribu dolar.

Lorong bawah tanah adalah jalan rahasia yang bisa menghubungkan Ghaza dan Mesir. Panjangnya bisa mencapai 700-an meter dan diameter lubang 2 meter. “Mungkin saja secara pendanaan apa yang saya lakukan ini tidak menghasilkan uang yang banyak, tapi ini sangat berbahaya sekali dan bisa saja lubang itu hancur kapan saja. Juga karena ada gas yang mematikan yang biasa disemprotkan sayap keamanan Mesir ketika mereka mendapatkan lubang itu, ” ujar Khalid.

Sementara Abu Ramiz, salah satu pekerja penggali lubang sejak lima tahun lalu mengatakan, “Saya kehilangan pekerjaan di Erez yang berada di bawah kekuasaan penjajah Israel. Karenanya, saya terpaksa melakukan pekerjaan berat dan berbahaya ini.”

Ia menjelaskan, langkah menggali lubang bisa memakan waktu antara 6 hingga 8 bulan. Dengan lama pengerjaan seperti itu, jelasnya, lubang yang digalinya bisa sampai ke kota Rafah Palestina yang berbatasan dengan kota Arish Mesir. Soal resiko kematian yang mengancamnya saat menggali lubang sudah disadari oleh Abu Ramiz. Ia juga menyampaikan ada sejumlah rekannya yang mati terkubur di dalam lubang karena lubang itu hancur.

Sumber: www.eramuslim.com

Kamis, 24 Apr 08 11:55 WIB

Pimpinan aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah, Ahmad Moshaddeq alias Al-Masih Al-Maw'ud divonis hakim 4 tahun penjara dikurangi masa tahanan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Vonis ini sama seperti tuntyan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan sebelumnya melayangkan tuntutan 4 tahun penjara terhadap Moshaddeq.

Ketua Majelis Hakim Zahrul Rabain mengatakan, Moshaddeq didakwa sengaja melakukan perbuatan penodaan agama, berdasar pasal 156 a KUHP. Alasannya, perbuatan terdakwa yang menyatakan diri sebagai Nabi atau Rasul setelah Nabi Muhammad dan menyebarkan ajarannya ke dalam Komunitas Al-Qiyadah Al-Islamiyah merupakan perbuatan penodaan terhadap Agama Islam.

"Terdakwa telah terbukti bersalah. Dia telah melakukan perbuatan penodaan agama yang dilakukan dimuka umum, " kata Ketua Majelis Hakim Zahrul Rabain saat membacakan putusan, di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Rabu (23/4).

Majelis Hakim menilai, pertobatan pemimpin aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah Ahmad Musaddeq (63) dinilai tidak sepenuh hati. Penilaian itulah yang membuat pemilik nama Abdus Salam itu tidak diringankan dari hukuman.

"Tobat itu harus disadari dengan kesadaran mendalam dengan mengakui perbuatannya salah dan sesat, sehingga meminta ampun kepada Tuhan, " ujar Hakim Zahrul Rabain.

Menanggapi pernyataan majelis hakim tersebut, Ahmad Mushadeq terdakwa pimpinan aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah menyatakan banding atas putusan Majelis Hakim PN Selatan yang menghukumnya empat tahun penjara.

Kuasa hukum Musaddeq, Muhammad Tubagus pun merasa tidak puas dengan alasan majelis hakim, danmenganggap keputusan itutidak adil. Karena, masih lekat dalam ingatannya ketika kliennya itu bertobat di hadapan sejumlah saksi dan unsur-unsur termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Berarti majelis hakim sama saja mengabaikan kesaksian para tokoh Islam. Yang bisa menilai pertobatan seseorang itu hanyalah Tuhan, " ujar Tubagus.

Persidangan pembacaan vonis Moshaddeq dipenuhi pendukung Moshaddeq dan anggota Front Pembela Islam (FPI). Suasana persidangan mencekam, karena aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Jaksel dan Polsek Metro Pasar Minggu,
sebagian dilengkapi dengan senjata lengkap untuk mengamankan jalannya persidangan.

Sumber: www.eramuslim.com

Kamis, 24 Apr 08 11:15 WIB

Warga sipil Palestina kembali menjadi korban penembakan membabi-buta yang dilakukan tentara Zionis-Israel. Kali ini korbannya lima remaja Palestina yang ditembak sepasukan tentara Zionis-Israel dekat Betlehem.

Kelima remaja tersebut adalah Walid Rizq (15), Ahmad Muhaisin (18), Isma'il Shadhily (18), Muhammad Iraqi (15), dan Abdullah Afandi (13). Menurut saksi mata, kelima remaja tersebut melempari jeep tentara Zionis yang tengah lewat dengan batu, namun lemparan batu itu langsung disambut dengan rentetan senjata api yang disemburkan dari dalam jeep. Akibatnya para remaja yang berasal dari kamp pengungsian Deheisha itu menderita luka di beberapa bagian tubuhnya.

Perisiwa tersebut merupakan hal yang terjadi setiap hari di Palestina. Bahkan tak jarang, anak-anak kecil Palestina yang tengah bermain pasir tiba-tiba diterjang peluru Israel. Bahkan dalam sejumlah peristiwa, banyak bayi-bayi Palestina yang menemui ajal ditembak sniper Israel. Semua kebrutalan dan kejahatan Zionis-Israel ini tidak akan pernah diliput oleh media-media besar dunia yang memang dikuasai oleh jaringan Zionis.

Sumber: www.eramuslim.com

Rabu, 23 Apr 08 10:10 WIB

Satu-satunya pembangkit listrik yang melayani 30 persen kebutuhan listrik di Jalur Ghaza terancam mati total, jika pihak Israel tidak mengirimkan pasokan bahan bakar paling lambat satu hari ke depan.

Wakil Presiden perusahaan listrik Palestina untuk wilayah Ghaza, Kanaan Obeid dalam keterangan persnya mengatakan, "Persediaan bahan bakar hanya cukup untuk 30 jam. Itu artinya, pembangkit listrik akan berhenti beroperasi pada Rabu malam."

Obeid juga mengungkapkan, pasokan bahan bakar untuk keperluan industri juga sudah berkurang tajam menjadi 400 ribu liter saja, sejak rejim Zionis Israel menghentikan pengiriman bahan bakar ke Jalur Ghaza sebagai tindakan balasan atas serbuan pejuang Palestina ke terminal tempat penyaluran bahan bakar beberapa hari yang lalu.

Direktur Pembangkit Listrik Ghaza Rafiq Maleha mengatakan, tidak ada pasokan bahan bakar yang masuk ke Ghaza sejak hari Kamis lalu. Pihak Israel, baik dari kemiliteran maupun perusahaan penyalur bahan bakar ke Ghaza, tidak mau berkomentar atas masalah ini.

Namun, organisasi hak asasi manusia Israel, Gisha Legal Center, hari Selasa kemarin menulis surat pada kejaksaan Israel yang isinya mengingatkan bahwa penghentian pasokan bahan bakar ke Ghaza merupakan pelanggaran komitmen negara pada mahkamah agung, yang mengharuskan pemerintah Israel memberi izin bagi pengiriman pasokan bahan bakar ke Ghaza dalam jumlah minimum.

Lembaga HAM itu juga menyatakan, jika satu-satunya pembangkit listrik yang memenuhi 30 persen kebutuhan listrik di Ghaza tidak beroperasi, warga Ghaza akan mengalami pemadaman listrik selama 8 sampai 16 jam sehari dan itu artinya akan makin menambah penderitaan warga Ghaza yang selama ini sudah diisolasi oleh rejim Zionis Israel.

Sumber: www.eramuslim.com

Rabu, 23 Apr 08 10:05 WIB

"Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari?, Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian "

Pidato di atas yang masih ada lanjutan yang panjang ini begitu menggetarkan, terlebih lagi ia diucapkan setelah adanya seruan untuk berjihad dan mati syahid. Pidato terkenal ini dilontarkan oleh seorang panglima perang Islam ketika hendak menaklukkan negeri Andalusia (Spanyol). Ialah Thariq bin Ziyad.

Nama pejuang Islam ini begitu harum, hingga harus diabadikan untuk sebuah semenanjung perbukitan karang setinggi 425 m di pantai tenggara Spanyol, Gibraltar atau Jabal Tariq.
Mengenai asal-usul dan sejarah hidupnya, sangat sedikit buku sejarah yang menceritakannya. Thariq bin ziyad berasal dari bangsa Barbar, mengenai sukunya, para sejarawan masih berbeda pendapat; dari suku Nafza atau suku Zanata. Ia bekas seorang budak yang kemudian dimerdekakan oleh Musa bin Nushair, Gubernur Afrika Utara dan di tangan Musa ini pula ia memeluk agama Islam bersama orang-orang Barbar lainnya yang tunduk di bawah kekuasaannya setelah menaklukkan daerah Tanja. Di kisahkan bahwa setelah masuk Islam, mereka menjalankan agama Islam dengan baik. Oleh karena itu, sebelum Musa pulang ke Afrika, ia meninggalkan beberapa orang Arab untuk mengajari mereka Al-Qur’an dan ajaran-ajaran Islam. Setelah itu Musa mengangkat Thariq, yang merupakan prajurit Musa yang terkuat, menjadi penguasa daerah Tanja, ujung Maroko dengan 19.000 tentara dari bangsa Barbar, lengkap dengan persenjataannya.

Pada bulan Rajab tahun 97 H (Juli 711 M), Thariq bin Ziyad mendapat perintah dari Musa bin Nushair untuk menyerang semenajung Andalusia. Dengan 7000 prajurit yang sebagian besar dari bangsa Barbar, Thariq menyeberangi selat Andalusia yang jaraknya hanya 13 mil dengan perahu-perahu pemberian Julian, gubernur Ceuta di Afrika Utara, yang bersekutu dengan kaum muslimin untuk menentang raja Roderick, penguasa kerajaan Visigoth di Andalusia. Setelah mendarat di pantai karang yang kemudian dinamai Gibraltar, Thariq beserta pasukannya berhadapan dengan 25.000 prajurit Visigoth. Pada mulanya kedatangan pasukan Thariq ini membuat heran Tudmir, penguasa setempat yang berada di bawah kekuasaan Raja Roderick, karena mereka datang dari arah yang tidak diduga-duga, yaitu dari arah laut. Walaupun jumlah pasukan kaum muslimin jauh lebih sedikit dibandingkan pasukan musuh, namun jumlah yang banyak tersebut tidak membuat gentar pasukan kaum muslimin, terlebih setelah mereka mendengarkan pidato panjang yang membuat jiwa mereka menggelora yang disampaikan oleh panglima mereka, Thariq bin Ziyad. Akhirnya pertempuran ini dimenangkan oleh Thariq dan Raja Roderick sendiri tewas dalam pertempuran tersebut.

Kemudian Thariq meminta tambahan pasukan kepada Musa. Lalu dikirimlah 5000 prajurit yang sebagian besar berasal dari bangsa Barbar. Satu demi satu kota-kota di Andalusia berhasil diduduki tentara Thariq; Toledo, Elvira, Granada, Cordoba dan Malaga. Antara musim semi sampai musim panas tahun 711 H, Thariq telah berhasil menguasai separuh wilayah Andalusia. Dalam kitab Tarikh al-Andalus, disebutkan bahwa sebelum meraih keberhasilan ini, Thariq telah mendapatkan firasat bahwa ia pernah bermimpi melihat Rasulullah saw bersama keempat khulafa’ al-rasyidin berjalan di atas air hingga menjumpainya, lalu Rasulullah saw. memberi tahukan kabar gembira bahwa ia akan berhasil menaklukkan Andalusia. Kemudian Rasulullah saw. menyuruhnya untuk selalu bersama kaum muslimin dan menepati janji.

Setelah meraih kemenangan ini, Thariq menulis surat ke Musa, mempersembahkan kemenangan kaum muslimin ini. Dalam suratnya itu ia menulis: Saya telah menjalankan perintah anda. Allah telah memudahkan kami memasuki negeri Andalusia.



Sumber: http://tovan.wordpress.com/2006/04/28/panglima-penakluk-spanyol/#more-58


Selasa, 22 Apr 08 16:45 WIB

Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Bagaimana pun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak ada artinya bila di dalamnya tidak ada persatuan dan kerja sama untuk taat kepada Allah....

----------

Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? "Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR. Ibnu
Majah).

Silaturahmi tidak sekedar bersentuhan tangan atau memohon maaf belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari itu semua, yaitu aspek mental dan keluasan hati. Hal ini sesuai dengan asal kata dari silaturahmi itu sendiri, yaitu shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang. Makna menyambungkan menunjukkan sebuah proses aktif dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Menghimpun biasanya mengandung makna sesuatu yang tercerai-berai dan berantakan, menjadi sesuatu yang bersatu dan utuh kembali. Tentang hal ini Rasulullah SAW bersabda, "Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus" (HR. Bukhari).

Kalau orang lain mengunjungi kita dan kita balas mengunjunginya, ini tidak memerlukan kekuatan mental yang tinggi. Boleh jadi kita melakukannya karena merasa malu atau berhutang budi kepada orang tersebut. Namun, bila ada orang yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu dengan sengaja kita mengunjunginya walau harus menempuh jarak yang jauh dan melelahkan, maka inilah yang disebut silaturahmi. Apalagi kalau kita bersilaturahmi kepada orang yang membenci kita, seseorang yang sangat menghindari pertemuan dengan kita, lalu kita mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah silaturahmi yang sebenarnya.

Rasulullah SAW pernah memberikan nasihat kepada para sahabat, "Hendaklah kalian mengharapkan kemuliaan dari Allah". Para sahabat pun bertanya, "Apakah yang dimaksud itu, ya Rasulullah?" Beliau kemudian bersabda lagi, "Hendaklah kalian suka menghubungkan tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskannya, memberi sesuatu (hadiah) kepada orang yang tidak pernah memberi sesuatu kepada kalian, dan hendaklah kalian bersabar (jangan lekas marah) kepada orang yang menganggap kalian bodoh" (HR. Hakim).

Dalam hadis lain dikisahkan pula, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyembungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shalih yang besar pahalanya.
Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR. Bukhari Muslim).

* * *

Sahabat, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang kalau di dalam hati masih tersimpan kebenciaan dan rasa permusuhan kepada sesama muslim. Perhatikan keluarga kita, kaum yang paling kecil di masyarakat. Bila di dalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, apalagi kalau di belakang sudah saling menohok, menggunjing, dan memfitnah,
maka rahmat Allah akan dijauhkan dari rumah tersebut. Dalam skala yang lebih luas, dalam lingkup sebuah negara, bila di dalamnya sudah ada kelompok yang saling jegal, saling fitnah, atau saling menjatuhkan, maka dikhawatirkan bahwa bangsa dan negara tersebut akan terputus dari rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Bagaimana pun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak ada artinya bila di dalamnya tidak ada persatuan dan kerja sama untuk taat kepada Allah. Sebagai umat yang besar, kaum muslim memang diwajibkan ada yang terjun di bidang politik, ekonomi, hukum, dsb, karena tanpa itu kita akan dipermainkan dan kepentingan kita tidak ternaungi secara legal di dalam kehidupan bermasyarakat. Namun demikian, berbagai kelompok yang ada harus dijadikan sarana berkompetisi untuk mencapai satu tujuan mulia, tidak saling menghancurkan dan berperang, bahkan lebih senang berkoalisi dengan pihak lain. Sebagai umat yang taat, kita berkewajiban untuk mendukung segala kegiatan yang menyatukan langkah berbagai kelompok kaum muslimin dan mempererat tali persaudaraan diantara kita semua. Wallahu 'alam...

Sumber:
(diambil dari tausiah Aa Gym, www.republika.co.id)


Senin, 21 Apr 08 16:50 WIB


Mirza Ghulam Ahmad, demikianlah nama pendiri jamaah Ahmadiyah yang terkenal akan kesesatannya itu. Namun sayang, tak banyak orang mengenali sosok Mirza Ghulam Ahmad dengan keanehan dan kesesatannya sehingga tak sedikit yang terjerumus mengikutinya dan meninggalkan Agama yang Haq ini (Islam).


Mirza Ghulam Ahmad yang lahir pada tahun 1839M menceritakan bahwa ayahnya bernama Atha Murtadha berkebangsaan mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal. 134, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Namun anehnya, ia juga mengatakan “Kelurga dari Mongol, tetapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal dari Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada yang mengetahui seluk-beluk keluargaku seperti berita yang datang dari Allah Ta’ala.” (Hasyiah Al-Arba’in, no.2 hal.17, karya Mirza Ghulam Ahmad). Dia juga pernah berkata, “Aku pernah membaca beberapa tulisan ayahku dan kakekku, kalau mereka berasal dari suku mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku bahwa aku dari bangsa Persia.” (Dhamimah Haqiqatil Wahyi, hal.77, kary. Mirza Ghulam Ahmad). Yang anehnya lagi, ia juga pernah mengaku sebagai keturunan Fathimah bin Muhammad. (lihat Tuhfah Kolart, hal. 29).

Aneh memang jika kita menelusuri asal usul Mirza Ghulam Ahmad. Dari asal-usul yang gak jelas inilah yang kemudian lahir juga pemahaman-pemahaman yang aneh dan menyesatkan.

Keadaan Keluarga Mirza Ghulam Ahmad

Mirza Ghulam Ahmad, pendiri jamaah ahmadiyah ini menceritakan keadaan keluarganya yang ditulisnya dalam kitab Tuhfah Qaishariyah, hal 16 karangannya, ia berkata, “Ayahku memiliki kedudukan dikantor pemerintahan. Dia termasuk orang yang dipercaya pemerintah Inggris. Dia juga pernah membantu pemerintah untuk memberontak penjajah Inggris dengan memberikan bantuan kuda dan pasukan. Namun sesudah itu, keluargaku mengalami krisis dan kemunduran, sehingga menjadi petani yang melarat.”


Kebodohan-kebodohan Mirza Ghulam Ahmad

Ia berkata, “Sesungguhnya saat Rasulullah dilahirkan, beberapa hari kemudian ayahnya meninggal.” (Lihat Baigham Shulh, hal.19 karyanya).

Kata apa yang pantas kita juluki untuk orang yang satu ini, kalau bukan “bodoh” ? Padahal yang benar adalah bahwa ayah Rasulullah meninggal ketika beliau berada dalam kandungan ibunya.

Kebodohan lainnya nampak jelas dalam kitabnya Ainul Ma’rifah hal.286, ia berkata, “Rasulullah memiliki sebelas anak dan semuanya meninggal.”

Padahal, yang benar adalah bahwa beliau (Rasulullah) hanya memiliki 6 orang anak.

Bagaimana mungkin orang seperti Mirza Ghulam Ahmad ini mengaku Al-Masih ?

Kebejatan Mirza Ghulam Ahmad

Orang yang diagung-agungkan oleh pengikutnya ini memiliki banyak kebejatan yang tak layak dimiliki oleh orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulullah. Ia tidak hanya menghina para ulama, bahkan ia juga menghina Para Rasul-rasul Allah.

Banyak dari kalangan ulama pada masanya yang menentang ajaran-ajaran “nyeleh” dedongkot Ahmadiyah ini. Bukannya membantah dengan bukti-bukti, Mirza Ghulam Ahmad malah menghina dengan mengatakan, “Orang-orang yang menentangku, mereka lebih najis dari Babi.” (Najam Atsim, hal.21 karyanya)

Ia juga pernah mengatakan, “Sesungguhnya Muhammad hanya memiliki tiga ribu mukjizat saja, sedangkan aku memiliki lebih dari satu juta jenis.” (Tadzkirah Syahadatain, hal.72, karyanya)

Tidak puas menghina Rasulullah Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, Mirza Ghulam Ahmad juga menghina Nabi Isa dengan mengatakan, “Sesungguhnya Isa tidak mampu mengatakan dirinya sebagai orang sholih, sebab orang-orang mengetahui kalau dia suka minum-minuman keras dan perilakunya tidak baik.” (Hasyiyah Sitt Bahin, hal.172, karyanya).

Masih tidak puas dengan hal tersebut, Mirza Ghulam Ahmad juga mengatakan, “Isa cenderung menyukai para pelacur, karena nenek-neneknya adalah termasuk pelacur.” (Dhamimah Atsim, Hasyiyah, hal. 7, karyanya)

Dan yang sangat mengherankan adalah, pada kesempatan lain ia juga “bersabda” dalam hadits palsunya, “Sesungguhnya celaan, makian bukanlah perangai orang-orang shiddiq (benar). Dan orang-orang yang beriman, bukanlah orang yang suka melaknat.” (Izalatul Auham, hal.66)

Lelucon apa ini ?

Masih dalam rangkaian kebejatan Mirza Ghulam Ahmad

Rupanya orang yang diagung-agungkan dan merupakan dedengkot Ahmadiyah ini, tidak hanya menghina Rasulullah, tetapi ditambahkan lagi dengan menghina para Sahabat Rasulullah seperti Abu Hurairah.

Mirza Ghulam Ahmad mengatakan, “Abu Hurairah adalah orang yang dungu, dia tidak memiliki pemahaman yang lurus.” (I’jaz Ahmadiy, hal.140, karyanya)

Sementara itu, ditempat lain ia mengatakan, “Sesungguhnya ingatanku sangat buruk, aku lupa siapa saja yang sering menemui aku.” (Maktubat Ahmadiyah, hal.21 karyanya)

Kematian Mirza Ghulam Ahmad

Tidak sedikit para ulama yang menentang dan berusaha menasehati Mirza Ghulam Ahmad agar ia bertaubat dan menghentikan dakwah sesatnya itu. Namun, usaha itu tidak juga membuat dedengkot Ahmadiyah ini surut dalam menyebarkan kesesatannya.

Syeikh Tsanaullah, satu diantara sekian banyak ulama yang berusaha keras menentangnya dan menasehatinya. Merasa terganggu dengan usaha Syeikh Tsanaullah tersebut, Mirza Ghulam Ahmad mengirimkan sebuah surat kepada Syeikh Tsanaullah yang berisi tentang keyakinan hatinya bahwa ia adalah seorang nabi, bukan pendusta, bukan pula dajjal sebagaimana julukan yang diarahkan kepadanya oleh para ulama. Ia juga mengatakan bahwa sesungguhnya yang mendustakan kenabiannya itulah pendusta yang sesungguhnya.

Diakhir suratnya itu, ia berdo’a dengan mengatakan, “Wahai Allah yang maha mengetahui rahasia-rahasia yang tersimpan dalam hati. Jika aku seorang pendusta, pelaku kerusakan dalam pandangan-Mu, suka membuat kedustaan atas Nama-Mu pada siang dan malam hari, maka binasakanlah aku saat Tsanaullah masih hidup, dan berilah kegembiraan kepada para pengikutnya dengan sebab kematianku.

Wahai Allah, jika aku benar sedangkan Tsanaullah berada diatas kebathilan, pendusta pada tuduhan yang diarahkan kepadaku, maka binasakanlah dia dengan penyakit ganas, seperti tho’un, kolera atau penyakit lainnya, saat aku masih hidup. Amin”

Sebuah do’a mubahalah yang dipinta Mirza Ghulam Ahmad. Dan ternyata Allah mendengar doa tersebut, setelah 13 bulan lebih sepuluh hari setelah do’a itu, yakni pada tanggal 26 Mei 1908, Mirza Ghulam Ahmad dibinasakan oleh Allah dengan penyakit Kolera yang diharapkan menimpa Syeikh Tsanaullah.

Sementara itu Syeikh Tsanaullah masih hidup sekitar 40 tahun setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad.

Sumber : AlQadiyaniyah dirasat wa tahlil, Syeikh Ihsan Ilahi Zhahir, Pakistan

Sabtu, 19 Apr 08 22:54 WIB

Militer Israel harus kehilangan 13 tentaranya dalam serangan gagah berani para pejuang Palestina di perbatasan Kerem Shalom, selatan Ghaza, Sabtu (19/4). Juru bicara militer Israel mengatakan, serangan itu merupakan serangan kebetulan, tapi serangan yang sudah direncanakan di tengah perayaan hari besar agama Yahudi.

Menurut militer Israel seperti dilansir surat kabar Yediot Aharonot, serangan berupa ledakan bom dan serangan dari dua orang bersenjata. "Para pelakunya mendekati perbatasan pada pagi dinihari, ketika suasana masih berkabut. Aksi ledakan bom seperti ditujukan untuk membuka peluang serangan yang lebih luas lagi, " kata jubir militer Israel.

Ia menyatakan, serangan ini lebih kompleks daripada insiden penculikan Gilad Shalit, prajurit Israel yang sampai kini masih berada dalam tawanan para pejuang Palestina.

Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. "Tiga kendaraan-buka satu-yang sudah dipasangi bom, diledakan di lokasi serangan, " kata jubir Hamas Abu Obaida

Sementara itu, beberapa jam sebelum serangan pejuang Palestina ke perbatasan, mantan presiden AS Jimmy Carter melakukan pembicaraan dengan Kepala Biro Politik Hamas Khalid Mishaal di Damaskus.

Tokoh senior Hamas Muhammad Nazzal mengungkapkan, pembicaraan berlangsung secara langsung dan saling terbuka, membahas sejumlah usulan-usulan. "Kami mengagumi Carter yang telah melakukan upaya ini, " kata Nazzal.

Menurut Nazzal, pembicaraan antara Carter dan Mishaal menyinggung soal upaya pembebasan prajurit Israel yang diculik, gencatan senjata dengan Israel dan tentang perbatasan-perbatasan di Ghaza. "Hamas siap membebaskan Gilad Shalit, tapi dengan harga yang harus dibayar, " ujar Nazzal.

Harga yang harus dibayar Israel adalah pembebasan ratusan warga Palestina yang berada di penjara-penjara Israel. Dalam pembicaraan itu, masih menurut Nazar, juga dibahas mengenai kompensasi dan mekanisme pembebasan Shalit. Sedangkan untuk gencatan senjata, pimpinan Hamas meminta gencatan senjata harus dilakukan dua arah.

Sumber: www.eramuslim.com

Jumat, 18 Apr 08 11:30 WIB

Reuters menuntut pemerintah dan militer Israel melakukan penyelidikan penuh atas tewasnya Fadl Shanaa, juru kamera Reuters yang menjadi korban serangan tentara Israel di Jalur Ghaza. Sementara Human Right Watch mengkhawatirkan tindakan Israel yang menggunakan senjata anti-personel untuk menyerang warga sipil.

Terkait senjata yang digunakan Israel, para dokter di Ghaza yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Shanaa mengatakan bahwa mereka menemukan pecahan metal seperti anak panah sepanjang 3 cm di bagian dada dan kaki Shanaa. Benda yang berasal dari pecahan granat yang ditembakkan dari tank Israel itu juga ditemukan di jaket berwarna hitam yang dikenakan Shanaa.

Shanaa baru saja keluar dari kendaraannya, dan sempat merekam sebuah tank yang mengarahkan tembakan ke arah mobilnya yang sudah diberi tanda tulisan "Press" dan "TV" dengan ukuran huruf yang besar. Di jaket yang dikenakannya pun sudah ada tanda bahwa ia seorang jurnalis. Namun tentara Israel tetap menembaknya, dan tembakan tank itulah yang membunuh Shanaa.

Atas insiden itu kantor berita Reuters menuntut pemerintah dan militer Israel melakukan penyelidikan penuh. "Kami meminta pada militer Israel untuk menjelaskan mengapa tembakan itu di arahkan ke posisi ketika Fadl sedang merekam gambar di lapangan, " kata Alastair McDonald, kepala biro Reuters di Israel dan kawasan pendudukan di wilayah Palestina.

"Kepentingan kami jelas untuk melindungi para wartawan dan memastikan bahwa peristiwa tragis ini tidak terulang lagi, " tukas McDonald.

Desakan agar segera dilakukan penyelidikan atas insiden itu juga dilontarkan oleh organisas Hak Asasi Manisia, Human Right Watch yang mengungkapkan keprihatinannya yang dalam atas tindakan Israel menggunakan senjata anti-personel untuk menyerang warga sipil.

Juru bicara HRW menyatakan, perlu dilakukan investigasi apakah sudah terjadi pelanggaran dalam prinsip-prinsip penggunaan senjata di wilayah konflik dan mendesak agar diberlakukan larangan senjata anti-personil di area di mana terdapat banyak warga sipil, karena senjata itu membunuh tanpa pandang bulu. Ketika granat itu ditembakkan dan meledak, ribuan pecahan metal seperti anak panah akan menyebar sampai jarak ratusan meter.

Sumber: www.eramuslim.com






Jum'at, 18 Apr 08 09:05 WIB

Keputusan Bakor Pakem yang merekomendasi larangan terhadap Ahmadiyah, mendapat perlawanan dari aktivis HAM dan kelompok pendukung keberadaan Ahmadiyah di Indonesia.

"Ini mengkhianati semangat UUD 1945, negara kita bukan negara agama, melainkan negara hukum, " kata Ketua LBH Jakarta Asfinawati dalam jumpa pers, di Kantornya.

Senada dengan itu, Ketua Setara Institute Hendardi menilai, pemerintah melanggar konstitusi dan mengkriminalisasikan keyakinan warga.

Menanggapi perlawanan itu, Ketua Tim Advokasi Forum Umat Islam Munarman menegaskan, para pendukung Ahmadiyah sebaiknya tidak memutarbalikan fakta yang sebenarnya, karena justru Ahmadiyah-lah yang sudah melakukan kriminalisasi terhadap akidah umat Islam.

"Ahmadiyah yang lebih dulu mengkriminalisasi akidah umat Islam, sejak dulu mereka mengaku-aku Islam tetapi tidak menjalankan ajaran Islam dengan benar, " tegasnya dalam jumpa pers, di Markas dakwah FPI, Jakarta, Kamis(17/4).

Ia menantang, pendukung Ahmadiyah yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan untuk beradu argumentasi tentang aspek hukum pelarangan terhadap Ahmadiyah.

Munarman mengatakan, pemerintah sudah melakukan langkah yang tepat, karena itu segera terbitkan Keppres, sebab kemungkinannya Ahmadiyah masih tidak mau mengikuti keputusan yang direkomendasikan oleh Bakor Pakem.

"Pasal 29 huruf J, sudah jelas bahwa HAM itu bisa dibatasi supaya orang yang menggunakan HAM itu, tidak melanggar kebebasan orang lain. Jadi pemerintah jangan mau ditakut-takuti dengan ancaman LSM untuk membawa persoalan ini ke Jenewa (Dewan HAM PBB), " tandasnya.

Ketua FUI H. Mashadi pun berpendapat demikian. Ia mengingatkan kepada pemimpin Ahmadiyah agar menaati keputusan pemerintah dan tidak mengeluarkan tanggapan terhadap keputusan tersebut.

"LSM jangan turut campur dengan masalah Ahmadiyah, ini bisa berimplikasi serius, dan umat Islam akan bereaksi, " tegasnya.

Sumber: www.eramuslim.com

Selasa, 16 Apr 08 13:30 WIB

Rumah Rasulullah saw sudah dikepung. Sebelas gembong penjahat dari beragam kabilah mendekam di persembunyiannya. Masing-masing siaga dengan senjata terhunus. Mata mereka iar nyaris tak berkedip mengawasi setiap celah yang memungkinkan Rasulullah saw keluar.

Rumah Rasulullah saw sudah dikepung. Sebelas gembong penjahat dari beragam kabilah mendekam di persembunyiannya. Masing-masing siaga dengan senjata terhunus. Mata mereka iar nyaris tak berkedip mengawasi setiap celah yang memungkinkan Rasulullah saw keluar.

Dalam situasi yang sangat genting itulah, Rasulullah saw menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempatnya sambil mengenakan selimut yang biasa dipakai beliau. Kemudian, beliau keluar rumahnya tanpa diketahui para pengepungnya. Rasulullah saw langsung menuju rumah Abu Bakar as-Shiddiq. Lewat pintu belakang, keduanya menempuh perjalanan ke arah selatan sejauh lima mil. Keduanya tiba di gua Tsur di atas puncak sebuah bukit yang cukup tinggi. Selama tiga hari keduanya bersembunyi di gua tersebut.

Setelah mengetahui keadaan cukup aman, ditemani seorang penunjuk jalan bernama Abdullah bin Uraiqith, Rasulullah dan Abu Bakar melanjutkan perjalanan kea rah selatan. Setelah melewati daerah pantai dan daerah sepi yang nyaris tak pernah dilewati orang, mereka berbalik kea rah utara menuju Madinah. Pada Senin, 8 Rabiul Awal tahun keempat belas dari kenabian, bertepatan dengan tanggal 23 September 622 M, Rasulullah saw tiba Quba’. Disana beliau mendirikan mesjid dan tinggal selama 4 hari. Setelah itu bersama beberapa orang sahabat yang menjemputnya, beliau bergerak menuju Madinah.

Kisah perjalanan hijrah Rasulullah saw tersebut taka sing lagi bagi kita. Sebuah kisah perjalanan yang sarat dengan pelajaran. Ia tak hanya menjelaskan peristiwa pindahnya Rasulullah saw dari tanah kelahirannya, Makkah, menuju negeri hijrah, Madinah. Tapi, menyimpan beragam strategi, taktik, dan siasat jitu menghadapi musuh.

Keberhasilan Rasulullah saw menyelamatkan diri dari kepungan dan kejaran orang-orang yang ingin membunuhnya itu, tak cukup dijelaskan semata karena pertolongan Allah. Meski itu yang paling utama, tapi sisi usaha Rasulullah saw sebagai seorang manusia pun sangat nyata. Bahkan, kalau diteliti, pertolongan Allah itu muncul dan menjadi kunci keberhasilan setelah segenap usaha dilakukan.

Untuk mengelabui mereka yangmengepung rumahnya, Rasulullah saw menyuruh Ali bin Abi Thalib tidur mengenakan selimutnya. Beliau juga sudah memperkirakan, musuhnya akan mengejar ke arh Madinah. Untuk itu ia bersembunyi di gua Tsur yang letaknya berlawanan dengan arah Madinah. Rasulullah juga menyuruh Amir bin Furairah, mantan budak Abu Bakar untuk menggembalakan kambing di sekitar dan sepanjang jalan ke gua. Selain untuk diambil susunya, juga untuk menghilangkan jejak.

Untuk mengetahui keadaan lawan, Rasulullah saw menyuruh Abdullah bin Abu Bakar menginap bersama mereka di gua dan sebelum matahari terbit ia sudah berada lagi di Mekkah. Dengan demikian, Rasulullah saw mwngwtahu semua rencana orang-orang kafir yang terus mencari dan ingin membunuhnya. Sebaliknya, orang-orang kafir tak pernah curiga karena Abdullah bin Abu Bakar selalu bersama mereka di siang hari.

Selama tiga hari bersembunyi di dalam gua, Rasulullah saw dan Abu Bakar tidak kelaparan karena Asma’ senantiasa menyuplai makanan buat mereka. Dengan cerdik putrid Abu Bakar itu menyelipkan makanan di pinggangnya. Karenanya, dalam sejarah ia dikenal dengan Dzatun Nithaqain (pemilik dua ikat pinggang).

Namun semua itu hanyalah usaha maksimal manusia. Yang berhak menentukan keberhasilan hanyalah Allah. Buktinya, walaupun Ali bin Abi Thalib sudah diperinyahkan tidur di tempat Rasulullah saw, tetap saja ada diantara pra pengepung yang sempat mengetahui bahwa beliau sudah keluar. Kekuasaan Allah lah yang mampu menutup mata dan hati para pengepung sehingga Rasulullah saw berhasil menyelamatkan diri.

Meski sudah berusaha semaksimal mungkin mengatur siasat, tetap saja para pengejar berhasil menemukan tempat dimana Rasulullah saw dan Abu Bakar bersembunyi. Hanya kekuasaan Allah lah yang mampu menggerakan hati orang-orang kafir itu untuk tidak melongok ke dalam gua. Kekuasaan Allah juga yang menggerakkan hati burung merpati untuk bertelur di pintu gua. Kekuasaan Allah juga yang menggerakkan laba-laba untuk merangkai sarangmya menutupi pintu gua. Dengan demikian orang-orang kafir yang saat itu sudah berdiri di muka gua, tak curiga kalau di dalamnya ada Rasulullah saw dan Abu Bakar sedang bersembunyi.

Meski sudah berusaha semaksimal mungkin memilih jalan paling aman ke Madinah, tapi tetap saja Suraqah bin Naufal mampu menemukan mereka. Lagi-lagi hanya karena pertolongan Allah yang menyebabkan kaki kuda Suraqah terperosok sehingga menyebabkannya tak sanggup menangkap atau membunuh Rasulullah saw.

Tak hanya pada peristiwa hijrah hal ini terjadi. Menghadapi pasukan Ahzab yang jumlahnya berlipat ganda, Rasulullah saw dan kaum Muslimin sudah berusaha semaksimal mungkin. Untuk membentengi diri dari serbuan musuh, kaum muslimin sudah menggali parit yang mengitari hamper setengah keliling Madinah. Rasulullah saw pun menyuruh Hudzaifah Ibnul Yaman untuk mengintai keadaan lawan. Beliau juga membolehkan Nuaim bin Mas’ud untuk memecah belah pasukan musuh. Namun, bukan itu yang membuat laan kalah. Bukan itu yang menyebabkan lawan tercerai berai. Itu hanyalah usaha manusia. Yang memenangkan pertempuran adalah Allah. Dengan hanya mengirimkan angin, Allah membuat pasukan Ahzab kocar kacir. Mereka lari tunggang langgang meninggalkan medan pertempuran dengan rasa takut yang mencekam.

Begitulah perjuangan. Ia tak hanya butuh kerja keras yang maksimal, tapi juga butuh pertolongan dari Allah. Sebaliknya, pertolongan dari Allah tak bisa turun begitu saja tanpa usaha yang maksimal.

Karenanya, datangnya pertolongan Allah itu bersyarat. Ia hanya akan datang kepada mereka yang sudah berusaha menolong agama-Nya. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika kmu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu,” (QS. Muhammad:7)

Jadi jangan berharap pertolongan Allah akan muncul kalau kita tak pernah berusaha menolong agama-Nya. Pertolongan Allah tidak bisa gratis.

Sabili No. 15 Th. XI.

Rabu, 16 Apr 08 13:00 WIB

Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali di antara mereka yang hafal Al-Qur’an dan merindukan syahid di jalan Allah, di antara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi. Dokter Abdul Aziz Rantisi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Bina, terletak di antara Askalan dan Yafa. Memiliki nama lengkap Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz Ar Rantisi merupakan seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.

Beliau aktif disejumlah organisasi dintaranya sebagai anggota Komite Islam, Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza. Menjadi dosen di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1987 dengan memberikan mata kuliah Ilmu Genetik dan Parasit.

Abdul Aziz Rantisi merupakan murid dari Syekh Ahmad Yasin, tokoh spiritual, qiyadah/ pemimpin pejuang Palestina melawan penjajah Zionis Israel di abad modern ini. Di bawah bimbingan Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi dapat memahami arti kehidupan dan perjuangan untuk meraih kesuksesan/ keberuntungan yang sesungguhnya, tegar dalam menghadapi cobaan, tidak terbuai dengan godaan dunia dan yang lebih penting lagi adalah bercita-citanya untuk mati syahid.

Beliau pernah dipenjara ditahanan Kaffar Yunah bersama Sang Guru, Syekh Ahmad Yasin dan beberapa pejuang Palestina lainnya dari Hamas. Di penjara tersebut Abdul Aziz Rantisi melakukan muraja’ah (mengulang) Al-Qur’an yang sudah hafal diluar kepalanya sejak tahun 1990. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Untuk merealisasikan cita-citanya untuk mati syahid, selain berdo’a, beliau berjuang dengan ikhlas, tidak cinta dunia, tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tidak mau kompromi dengan Zionis Israel, penjajah yang akan menghancurkan masjid Al-Aqsha, kiblat umat Islam pertama.

Ketika Syekh Ahmad Yasin syahid, Senin, 22 Maret 2004 karena dirudal penjajah Zionis Israel. Maka estafeta/ kelanjutan tampuk qiyadah/ kepemimpinan Hamas diembannya dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Beliau sebagai qiyadah/pemimpin pengganti Syekh Ahmad Yasin sangat hati-hati terhadap uang atau materi dan amanah merupakan bagian dari hidupnya, sehingga beliau ditsiqahi (dipercaya) oleh pengikut dan pendukungnya.

Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan Tiada Tsiqah Tanpa Amanah, artinya bagaimana mungkin seseorang akan tsiqah (percaya) kalau orang yang diberi amanah apalagi sebagai qiyadah/ pemimpin dalam bermuamalah dengan anggota atau umat tidak amanah, berbohong, bersilat lidah untuk memperkaya diri atau menyelamat diri sendiri.

Syekh Abu Bakar Al-‘Awawidah, anggota Rabithah Ulama Palestina di Suriah ketika berkunjung ke Indonesia, tepatnya hari Jum’at, 28 September 2007/17 Ramadhan 1428H bercerita kepada penulis tentang saat-saat terakhir kehidupan dr. Abdul Aziz Rantisi setelah dihantam roket penjajah Zionis Israel, Ketika badannya dipenuhi darah, kondisi sudah mulai agak lemah, beliau (Abdul Aziz Rantisi) menunjuk ke kantong celananya, pengawalnya tidak paham apa maksudnya, setelah tangan pengawalnya dimasukkan ke kantong celana dr. Abdul Aziz Rantisi tampaklah beberapa uang, dr. Abdul Aziz Rantisi dengan kondisi tubuh yang sudah lemah meyampaikan pesan kepada pengawalnya, berikan uang tersebut kepada si fulan, Subhanallah, Allah memberikan kesempatan dan peluang kepada dr. Abdul Aziz Rantisi untuk meninggalkan dunia tanpa beban dan hutang serta menunaikan amanah untuk disampaikan kepada yang berhak.

Bahkan sehari sebelum dihantam roket penjajah Zionis Israel, beliau sudah mengambil uang tabungan gajinya selama mengajar di Universitas Islam Gaza dan menghitung hutang yang akan dilunasinya. Termasuk beliau memberikan bantuan untuk biaya pernikahan anaknya, Ahmad. Setelah itu beliau berkata, ”Sekarang, jika saya menemui Tuhanku, maka aku dalam keadaan bersih. Saya tidak memiliki apa-apa dan tidak ada tanggungan apa-apa.”

Pada hari Sabtu, 25 Shafar 1425/ 17 April 2004, dokter yang rindu syahid, dr. Abdul Aziz Rantisi dihantam rudal zionis Israel, Innalillahi wainna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali), QS: Al-Baqarah/ 2: 156, maka tercapailah keinginannya seperti kalimat yang pernah dia ucapkannya: Kita akan mati suatu hari nanti, tiada apa yang dapat mengubahnya. Jika maut disebabkan Apache (helikopter tempur buatan Amerika) atau serangan jantung, saya lebih rela memilih Apache..."

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.(QS: Ali Imran/3: 169). H.


Sumber: www.eramuslim.com


Kamis, 12 Apr 08 15:50 WIB

Berbeda sekali dengan konsep keimanan seorang Kristen yang meyakini jika Nabi Isa a.s. atau Yesus Kristus meninggal karena disalib untuk menebus dosa umat manusia, maka kitab suci Al-Qur’an yang dijaga Allah SWT kemurnian dan kesuciannya sampai dengan hari akhir menyatakan jika yang disalib bukanlah Nabi Isa a.s., melainkan seseorang yang wajahnya diserupai Isa a.s. Sedangkan Isa a.s. sendiri diselamatkan Allah SWT dengan diangkatnya ke surga (QS. An-Nisaa: 157-158).

Nabi Isa a.s. diturunkan ke tengah-tengah Bani Israil, kaumnya Nabi Musa a.s., untuk mengembalikan mereka ke jalan ketauhidan. Namun kaum Yahudi yang cenderung kepada kejahatan dan kesesatan, bahkan banyak melakukan pembunuhan terhadap para nabi Allah—Nabi Zakaria a.s. dibelah badannya, Nabi Yahya a.s. dipenggal kepalanya, malah menganggap Nabi Isa a.s. sebagai orang yang harus dibunuh karena telah menggoyahkan kedudukan istimewa mereka di tengah masyarakat yang telah berhasil ditipunya.

Para pendeta Yahudi yang tergabung dalam Dewan Pendeta Sanhendrin membujuk Raja Herodes untuk melakukan pengejaran terhadap Isa a.s. dan menangkapnya. Isa a.s. berhasil ditangkap dan hendak disalibkan. Namun Allah menolong Isa a.s. dan mengangkatnya ke surga. Dari hadist Nabi Muhammad SAW kita akan mengetahui jika menjelang akhir zaman, Isa a.s. akan kembali turun ke bumi di Menara Putih sebuah masjid di Damaskus, Syiria. Hal pertama yang dilakukan Isa a.s. ketika turun kembali ke bumi adalah sholat.

“Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah;bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah”. (HR Abu Dawud).

“Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’(Al-Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik”. (HR Thabrani dari Aus bin Aus)

“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat, sehingga turunlah Isa Ibn Maryam, maka berkatalah pemimpin mereka (Al-Mahdi): “ Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad).

“Tiba-tiba Isa sudah berada di antara mereka dan dikumandangkanlah shalat, maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam shalat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu”. (HR Muslim & Ahmad).

Hal pertama yang dilakukan Nabi Isa setelah turun dari langit adalah menuaikan shalat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadist-hadist di atas. Nabi Isa akan menjadi makmum dalam shalat yang di imami oleh Imam Mahdi. Kedatangan Nabi Isa akan didahului oleh kondisi dunia yang dipenuhi kedzaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia. Setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi, setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpas dajjal.

Turunnya nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama, ia akan bekerjasama dengan Imam Mahdi memberantas semua musuh-musuh Allah.

Dikisahkan setelah Isa as. selesaikan menunaikan shalat, ia berkata, "Keluarlah kamu (pasukan kaum muslimin) semua bersama kami untuk menghadapi musuh Allah, yaitu dajjal." Lalu mereka pun keluar, kemudian Ia (Isa) dilihat oleh dajjal si laknat yang baru saja mendakwa kepada manusia, bahwa ia adalah raja yang mendapat petunjuk dan pemimpin yang jenius serta bijaksana, bahkan mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi. Begitu 'Isa dilihat oleh dajjal, dajjal pun meleleh seperti garam yang meleleh di di air. Kemudian dajjal kabur, tetapi ia dihadang oleh Isa di pintu kota Lud di Palestina. Sekiranya Isa membiarkan saja hal ini maka dajjal akan hancur seperti garam dalam air, akan tetapi Isa berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku berhak untuk menghajar kamu dengan satu pukulan." Lalu Isa as. menombak dan membunuhnya, maka Isa as. memperlihatkan kepada semua orang darah dajjal di tombaknya. Maka tahu dan sadarlah para pengikut dajjal dari kalangan Yahudi, bahwa dajjal bukanlah Allah. Jika benar apa yang didakwakan dajjal(dajjal mengaku sebagai tuhan) tentulah dajjal tidak akan dapat dibunuh oleh Nabi 'Isa.

Ketika itu Nabi Isa a.s. menyeru kepada umat Kristiani untuk mengucapkan kalimat tauhid, kembali kepada jalan yang haq seperti apa yang telah disampaikannya ribuan tahun lalu sebelum agama Nasrani dirusak oleh tangan Yahudi bernama Paulus dari Tarsus.

Menurut suatu riwayat Nabi Isa, setelah turun dari langit akan menetap dibumi sampai wafatnya selama 40 tahun. Ia akan memimpin dengan penuh keadilan, sebagaimana yang diceritakan dalam hadist berikut: “Demi yang diriku berada ditangannya, sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil, maka ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menolak upeti, melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Nasa’I, Ibn Majah dari Abi Hurairah).

Juga dkisahkan bahwa Nabi Isa akan melaksanakan haji: ”Demi Dzat yang diriku berada ditanganya, sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak”.(HR Ahmad & Muslim dari Abi Hurairah).

Nabi Isa a.s. akan meninggal setelah membunuh dajjal, menjadi pemimpin yang adil, dan membenarkan risallah yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW di akhir zaman. Hanya saja kita tidak mengetahui kapan dan bilamana ini semua akan terjadi, karena Yahudi Talmudian terus-menerus bekerja siang-malam untuk menyesatkan umat manusia dari jalan kebenaran dengan membuat berita-berita palsu.

Seumber: www.eramuslim.com









Jumat, 11 Apr 08 23:45 WIB

Presiden Iran Ahmadinejad menyatakan bahwa negara Iran mempunyai dua misi utama. Ia juga mengecam sanksi dan ancaman Dewan Keamanan PBB terhadap Iran dan menyebut sanksi serta ancaman itu tidak lebih dari secarik kertas rongsokan.

"Kita punya dua misi, membangun Iran yang Islami dan mengerahkan segala daya upaya untuk mengubah kepemimpinan di dunia ini. Kita harus mencapai misi kita ini semampu kita, " kata Ahmadinejad seperti dilansir kantor berita Fars.

"Bangsa Iran tidak boleh menyerah sampai kepemimpinan dunia yang korup dihapuskan. Musuh kita selayaknya tahu, bahwa ancaman, sanksi, tekanan politik dan ekonomi tidak bisa memaksa bangsa kita untuk tunduk."

"Resolusi-resolusi yang diberlakukan terhadap Iran adalah... kertas-kertas rongsokan. Rakyat Iran adalah orang-orang yang cinta perdamaian dan mau berdialog dengan cara yang fair, tapi mereka tidak ada tawar menawar atas hak-hak mereka, " tandas Ahmadinejad

Presiden Iran mengungkapkan hal tersebut usai bertemu dengan Presiden Senegal, Abdoulaye Wade di provinsi Mashhad, timur laut Iran. Pada kesempatan itu, Ahmadinejad juga menyerukan negara-negara di dunia agar mengambil tindakan terhadap Israel

Ia menilai Israel dan sekutu-sekutunya terus melakukan kejahatan, namun mereka tidak akan pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan, yaitu memegang kontrol dunia.

"Rejim Zionis dan sekutu-sekutunya melakukan taktik-taktik apapun dengan harapan bisa menemukan keselamatan, tapi semua taktik mereka tidak berhasil, " tukas Ahmadinejad.

Ia juga menegaskan bahwa rejim Zionis Israel tidak akan menjajah Palestina selamanya. "Satu-satunya solusi bagi krisis Palestina adalah, memberikan kebebasan bagi bangsa Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, " sambungnya.

Lebih lanjut Presiden Iran mengatakan, krisis kemanusian yang terjadi di daerah pendudukan Palestina adalah persoalan yang paling besar dan rumit. Masalah Palestina, kata Ahmadinejad, menjadi ujian bagi negara-negara yang selama ini menggembargemborkan demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia, dalam mengambil langkah guna menyelesaikan persoalan Palestina.

Sumber: www.eramuslim.com

Jumat, 11 Apr 08 16:15 WIB

Balai lelang Sotheby di London Inggris, mencatatkan rekor harga termahal penjualan benda-benda peninggalan bersejarah Islam. Benda itu berupa kunci Ka'bah yang dipekirakan berusia 800 tahun. Kunci itu terlelang dengan harga 18, 1 juta dollar.

Harga 18, 1 juta dollar itu lebih tinggi 18 kali lipat lebih dari perkiraan harga awal. Lelang kunci Ka'bah yang terbuat dari besi dengan panjang 37 cm itu juga berlangsung cukup panas, karena banyaknya peminat sebelum akhirnya terjual dengan harga 9, 2 juta poundsterling pada seorang pembeli yang dirahasiakan namanya.

Kunci Ka'bah yang berasal dari periode Abbasid pada abad ke-12 itu awalnya adalah koleksi pribadi seseorang yang tinggal di Libanon. Di kunci tersebut terdapat tulisan, "Ini dibuat untuk Rumah Suci Allah pada masa pemimpin kami putera dari Imam al-Muqtadi Abu Ja'far al-Mustansir Abu'l-Abbas 573."

Menurut balai lelang Sotheby, makna terpenting dari kunci itu adalah sebuah tradisi memberikan kunci Ka'bah kepada setiap khalifah Abbasiyah di Baghdad, sebagai simbol kekuasaan dan otoritas kekhalifahan. Kunci Ka'bah itu merupakan satu-satunya dari 58 kunci Ka'bah yang diketahui menjadi milik pribadi. Kunci-kunci Ka'bah yang lain menjadi koleksi di museum-museum di Timur Tengah dan Eropa.

Kepala Departemen Seni Islam di balai lelang Sotheby, Edward Gibss mengatakan, hasil lelang kunci Ka'bah itu luar biasa dan melebihi pendapatan total departemen seni Islam di Sotheby pada tahun 2007. Terjualnya kunci Ka'bah dengan harga yang sangat tinggi, kata Gibss, menunjukkan tingginya minat terhadap benda-benda senin Islam dengan posisi tawar yang tinggi pula.

Kunci Ka'bah itu memecahkan rekor penjualan benda-benda seni Islam di balai-balai lelang. Rekor sebelumnya dipegang oleh pancuran air yang terbuat dari perunggu, yang berasal dari Andalusia pada masa abad ke-10. Balai lelang Christie, sebelumnya juga berhasil melelang sebuah al-Quran kuno dengan harga 4, 9 juta dollar.

Sumber: www.eramuslim.com

Jum'at, 11 Apr 08 11:15 WIB

Madinah muram. Di setiap sudut rumah wajah-wajah tertunduk terpekur menatap tanah. Tak ada senyuman yang mengembang, atau senandung cinta yang dilantunkan para ibunda untuk membuai buah hatinya.

----------

Aku pernah melihat Al-Musthafa pada sebuah malam
Langit cerah tanpa banyak awan
Ku pandangi wajah Rasulullah
Lalu mataku beralih menatap rembulan
Ternyata menurut penglihatanku
Beliau lebih cemerlang dibanding pendar rembulan
(Jabir Bin Samurah, Sahabat Rasulullah)

Madinah muram. Di setiap sudut rumah wajah-wajah tertunduk terpekur menatap tanah. Tak ada senyuman yang mengembang, atau senandung cinta yang dilantunkan para ibunda untuk membuai buah hatinya. Sebutir hari terus bergulir, namun semua tetap sama, kelabu. Ujung waktu selalu saja hening, padahal biasanya kegembiraan mewarnai keseharian mereka. Padahal semangat selalu saja menjelma. Namun kali ini, semuanya luruh. Tatapan-tatapan kosong, desah nafas berat yang terhembus bahkan titik-titik bening air mata keluar begitu mudah. Sahara menetaskan kesenyapan, lembah-lembah mengalunkan untaian keheningan. Kabar sakitnya manusia yang dicinta, itulah muasalnya.

Setelah peristiwa Haji Wada' kesehatan nabi Muhammad Saw memang menurun. Islam telah sempurna, tak akan ada lagi wahyu yang turun. Semula, kaum muslimin bergembira dengan hal ini. Hingga Abu Bakar mendesirkan angin kematian Rasulullah. Sahabat terdekat ini menyatakan bahwa kepergian kekasih Allah akan segera tiba dan saat itu adalah saat-saat perpisahan dengan purnama Madinah telah menjelang. Selanjutnya bayang-bayang akan kepergian sosok yang selalu dirindu sepanjang masa terus saja membayang, menjelma tirai penghalang dari banyak kegembiraan.

Dan masa pun berselang.
Mesjid penuh sesak, kaum Muhajirin beserta Anshar. Semua berkumpul setelah Bilal memanggil mereka dengan suara adzan. Ada sosok cinta di sana, kekasih yang baru saja sembuh, yang membuat semua sahabat tak melewatkan kesempatan ini. Setelah mengimami shalat, nabi berdiri dengan anggun di atas mimbar. Suaranya basah, menyenandungkan puji dan kesyukuran kepada Allah yang Maha Pengasih. Senyap segera saja datang, mulut para sahabat tertutup rapat, semua menajamkan pendengaran menuntaskan kerinduan pada suara sang Nabi yang baru berada lagi. Semua menyiapkan hati, untuk disentuh serangkai hikmah. Selanjutnya Nabi bertanya.

"Duhai sahabat, kalian tahu umurku tak akan lagi panjang, Siapakah diantara kalian yang pernah merasa teraniaya oleh si lemah ini, bangkitlah sekarang untuk mengambil kisas, jangan kau tunggu hingga kiamat menjelang, karena sekarang itu lebih baik".

Semua yang hadir terdiam, semua mata menatap lekat Nabi yang terlihat lemah. Tak akan pernah ada dalam benak mereka perilaku Nabi yang terlihat janggal. Apapun yang dilakukan Nabi, selalu saja indah. Segala hal yang diperintahkannya, selalu membuihkan bening sari pati cinta. Tak akan rela sampai kapanpun, ada yang menyentuhnya meski hanya secuil jari kaki. Apapun akan digadaikan untuk membela Al-Musthafa.

Melihat semua yang terdiam, nabi mengulangi lagi ucapannya, kali ini suaranya terdengar lebih keras. Masih saja para sahabat duduk tenang. Hingga ucapan yang ketiga kali, seorang laki-laki berdiri menuju Nabi. Dialah 'Ukasyah Ibnu Muhsin.

"Ya Rasul Allah, Dulu aku pernah bersamamu di perang Badar. Untaku dan untamu berdampingan, dan aku pun menghampirimu agar dapat menciummu, duhai kekasih Allah, Saat itu engkau melecutkan cambuk kepada untamu agar dapat berjalan lebih cepat, namun sesungguhnya engkau memukul lambung samping ku" ucap 'Ukasyah.

Mendengar ini Nabi pun menyuruh Bilal mengambil cambuk di rumah putri kesayangannya, Fatimah. Tampak keengganan menggelayuti Bilal, langkahnya terayun begitu berat, ingin sekali ia menolak perintah tersebut. Ia tidak ingin, cambuk yang dibawanya melecut tubuh kekasih yang baru saja sembuh. Namun ia juga tidak mau mengecewakan Rasulullah. Segera setelah sampai, cambuk diserahkannya kepada Rasul mulia. Dengan cepat cambuk berpindah ke tangan 'Ukasyah. Masjid seketika mendengung seperti sarang lebah.

Sekonyong-konyong melompatlah dua sosok dari barisan terdepan, melesat maju. Yang pertama berwajah sendu, janggutnya basah oleh air mata yang menderas sejak dari tadi, dia lah Abu Bakar. Dan yang kedua, sosok pemberani, yang ditakuti para musuhnya di medan pertempuran, Nabi menyapanya sebagai Umar Ibn Khattab. Gemetar mereka berkata:

"Hai 'Ukasyah, pukullah kami berdua, sesuka yang kau dera. Pilihlah bagian manapun yang paling kau ingin, kisaslah kami, jangan sekali-kali engkau pukul Rasul"

"Duduklah kalian sahabatku, Allah telah mengetahui kedudukan kalian", Nabi memberi perintah secara tegas. Ke dua sahabat itu lemah sangsai, langkahnya surut menuju tempat semula. Mereka pandangi sosok 'Ukasyah dengan pandangan memohon. 'Ukasyah tidak bergeming.

Melihat Umar dan Abu Bakar duduk kembali, Ali bin Abi thalib tak tinggal diam. Berdirilah ia di depan 'Ukasyah dengan berani.

"Hai hamba Allah, inilah aku yang masih hidup siap menggantikan kisas Rasul, inilah punggungku, ayunkan tanganmu sebanyak apapun, deralah aku"

"Allah Swt sesungguhnya tahu kedudukan dan niat mu duhai Ali, duduklah kembali" Tukas Nabi.

"Hai 'Ukasyah, engkau tahu, aku ini kakak-beradik, kami adalah cucu Rasulullah, kami darah dagingnya, bukankah ketika engkau mencambuk kami, itu artinya mengkisas Rasul juga", kini yang tampil di depan U'kasyah adalah Hasan dan Husain. Tetapi sama seperti sebelumnya Nabi menegur mereka. "Duhai penyejuk mata, aku tahu kecintaan kalian kepadaku. Duduklah".

Masjid kembali ditelan senyap. Banyak jantung yang berdegup kian cepat. Tak terhitung yang menahan nafas. 'Ukasyah tetap tegap menghadap Nabi. Kini tak ada lagi yang berdiri ingin menghalangi 'Ukasyah mengambil kisas. "Wahai 'Ukasyah, jika kau tetap berhasrat mengambil kisas, inilah Ragaku," Nabi selangkah maju mendekatinya.

"Ya Rasul Allah, saat Engkau mencambukku, tak ada sehelai kainpun yang menghalangi lecutan cambuk itu". Tanpa berbicara, Nabi langsung melepaskan ghamisnya yang telah memudar. Dan tersingkaplah tubuh suci Rasulullah. Seketika pekik takbir menggema, semua yang hadir menangis pedih.

Melihat tegap badan manusia yang di maksum itu, 'Ukasyah langsung menanggalkan cambuk dan berhambur ke tubuh Nabi. Sepenuh cinta direngkuhnya Nabi, sepuas keinginannya ia ciumi punggung Nabi begitu mesra. Gumpalan kerinduan yang mengkristal kepada beliau, dia tumpahkan saat itu. 'Ukasyah menangis gembira, 'Ukasyah bertasbih memuji Allah, 'Ukasyah berteriak haru, gemetar bibirnya berucap sendu, "Tebusanmu, jiwaku ya Rasul Allah, siapakah yang sampai hati mengkisas manusia indah sepertimu. Aku hanya berharap tubuhku melekat dengan tubuhmu hingga Allah dengan keistimewaan ini menjagaku dari sentuhan api neraka".

Dengan tersenyum, Nabi berkata: "Ketahuilah duhai manusia, sesiapa yang ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah pribadi lelaki ini". 'Ukasyah langsung tersungkur dan bersujud memuji Allah. Sedangkan yang lain berebut mencium 'Ukasyah. Pekikan takbir menggema kembali. "Duhai, 'Ukasyah berbahagialah engkau telah dijamin Nabi sedemikian pasti, bergembiralah engkau, karena kelak engkau menjadi salah satu yang menemani Rasul di surga". Itulah yang kemudian dihembuskan semilir angin ke seluruh penjuru Madinah.

Sumber: www.oaseislam.com

Kamis, 10 Apr 08 14:35 WIB

Umat Islam sedunia nampaknya harus kecewa sangat mendalam. Karena pembenci Al-Quran, Wilders dinyatakan tak bersalah oleh pengadilan Belanda

ImageUmat Islam sedunia nampaknya harus kecewa sangat mendapat terhadap si pembeni Al-Quran, Geert Wilders. Hari Senin kemarin, pengadilan Belanda telah memutuskan ‘tak bersalah’ terjadap pembuat film Fitna dan pernah menganggap Al-Quran sebagai 'buku orang fasis'.

Pengadilan menganggap anggota parlemen sayak kanan Belanda itu tidak bersalah oleh pengadilan di Negeri Kincir Angin itu.

Wilders dinyatakan tidak bersalah menyebarkan kebencian, meski komentar-komentar atau film yang dibuatnya menyakitkan umat muslim sedunia. Demikian dilansir Radio Netherlands, Selasa (8/4) kemarin.

Sebelumnya, Wilders diadukan ke pengadilan oleh Federasi Islam Belanda (DIF), yang menuntut Wilders dihukum karena membandingkan Al-Quran dengan Mein Kampf, buku yang dibuat Adolf Hitler dan dianggap sebagai kitab suci kaum Nazi.

DIF berargumentasi bahwa Wilders telah menghasut dan menimbulkan rasa kebencian terhadap Muslims. Karena itu, pria dengan rambut jabrik ini selayaknya harus dihukum berat.

Sayangnya, hari Senin kemarin, hakim pengadilan Belanda mengatakan, anggota parlemen dari kubu konservatif itu tak bersalah dan memiliki hak untuk berbicara dan mengekspresikan opininya.

Minggu-minggu ini berbagai protes melawan film Fitna merambah berbagai Negeri dengan komunitas Muslim. Diantaranya; Pakistan, Iran, Indonesia, Mesir dan Afghanistan. Di Belanda sendiri, banyak kalangan Muslim menunggu dengan perasaan cemas keputusan pengadilan ini.

Keputusan pengadilan Netherland ini nampaknya menafikkanya perasaan kecewa mendalam warga Muslim dunia. Nampaknya, kebebasan serta demokrasi di Barat dan Eropa tak benar-benar memberi ruang pada Islam.

foto: pengacara Federasi Islam Belanda [NIF] saat diwawancarai para wartawan

Sumber: www.hidayatullah.com

Kamis, 10 Apr 08 13:30 WIB

Dahulu, Umar bin Khattab ra mengatakan, "Dahulu, kami adalah orang-orang yang terhina. Lalu Allah meninggikan kemuliaan kami dengan Islam. Demi Allah, andai saja kami mencari kemuliaan selain dari Islam. Pasti Allah akan membuat kami menjadi terhina lagi." ....

----------

"Barang siapa yang memuliakan Allah, maka Allah akan memuliakannya. Barangsiapa yang menghinakan Allah rnaka Allah akan rnenghinakannya. (Hasan Al Bashri).

Saudaraku,
semoga kita tidak tertipu oleh kemuliaan duniawi. Karena, kemuliaan itu sesungguhnya hanya datang dari Allah swt. Kemuliaan, tidak datang dari makhluk. Kemuliaan, tidak pernah datang dari harta benda. Kemuliaan, tidak muncul dari banyaknya ilmu. Kemuliaan, juga tidak hadir dari profesi, jabatan dan kedudukan, bagaimanapun tingginya. Kemuliaan, penghormatan, penerimaan terhadap seseorang, hanya akan ada jika seseorang mendapat izzah (kemuliaan) dari Allah swt. "Izzah (kemuliaan) itu seluruhnya milik Allah." (QS. Yunus : 65)

Hanya itu. Dengarkanlah cerita yang diungkapkan Ibnul Jauzi rahimahullah. "Aku telah melihat ada orang yang menghabisi usianya untuk ilmu hingga ia tua renta. Tapi ia tidak mempunyai kedudukan mulia di hati manusia. Ia tidak dikelilingi orang, padahal ilmunya melimpah. Aku juga melihat orang yang mendekatkan diri pada Allah dan melewati waktu mudanya dalam kebaikan, sedangkan ia tidak memiliki ilmu sebanyak orang tadi. Namun Allah telah meninggikan kedudukan dirinya dalam hati orang banyak. Ia dikenang oleh banyak orang. Orang-orang bahkan menyebut kebaikannya lebih dari kebaikan yang telah ia lakukan."Apa artinya? Kemuliaan AI Khaliq, selalu identik dengan kemuliaan makhluq-Nya. Kecintaan Al Khaliq, selalu memunculkan dengan kecintaan makhluq-Nya. Kemuliaan dunia, sering membuat kita lalai. Kita, bisa menjadi sangat senang dan bangga dengan atribut kemuliaan dan kehormatan di sini. Kita, bisa melupakan apa saja demi mengejar kemuliaan dan kehormatan itu.

Saudaraku,
semoga kita mendapat kemuliaan dari Allah SWT. Dahulu, Umar bin Khattab ra mengatakan, "Dahulu, kami adalah orang-orang yang terhina. Lalu Allah meninggikan kemuliaan kami dengan Islam. Demi Allah, andai saja kami mencari kemuliaan selain dari Islam. Pasti Allah akan membuat kami menjadi terhina lagi." Umar ingin menanamkan keyakinan pada kita, bahwa menjadi mulia di hadapan Allah swt, adalah kunci kekuatan, semangat, sikap optimis dan menjadi syarat kemenangan. Wajarlah jika salah seorang dari para sahabat itu, selalu menggantungkan harapan dan cita-citanya yang sangat tinggi. Ketika Rabiah bin Ka'ab Al Aslami, seorang pemuda sahabat dan termasuk di antara kalangan orang-orang fakir miskin, dikatakan oleh Rasulullah saw, "Mintalah padaku apa yang engkau perlukan." Ia segera mengatakan, "Aku ingin agar aku bisa menemanimu di surga." Rabiah tidak sekedar meminta masuk surga, tapi meminta menemani Rasulullah di dalamnya. Cita-cita hidupnya itulah yang menjadikan generasi salafushalih mempunyai kekuatan dan semangat yang besar.

Saudaraku,
Semoga Allah swt memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap tegar menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan yang akan kita hadapi di sini. Semoga Allah selalu memancarkan kemuliaan-Nya dalam jiwa dan hati kita. Dari kemuliaan yang berasal dari Allah swt sajalah, yang akan membuat kita merasakan semua kondisi dengan kenikmatan. Dan itu sajalah modal kita untuk bisa mengarungi perjalanan ini. Sebagaimana nasihat Hasan Al Bashri kepada seseorang yang bertanya padanya, "Aku ingin menempuh perjalanan panjang, berilah aku bekal." Hasan Al Bashri serta merta menjawabnya dengan sangat singkat dan tegas, "Wahai saudaraku, tinggikan dan muliakan saja perintah Allah, di mana saja. Maka Allah pasti akan menjadikanmu mulia di mana pun." (Az Zuhd/263).

Allahu Akbar. Sungguh Maha Besar Allah swt. Mari lebih mendekat lagi pada Allah swt. Ingat, selangkah kita mendekat pada Allah, maka Allah akan mendekati kita sepuluh langkah bahkan lebih dari itu. Sepuluh langkah kita mendekati Allah, maka Allah akan mendekati kita seratus langkah bahkan lebih dari itu.Allah swt, akan berlari mendekati kita, jika mendekati-Nya dengan berjalan. Renungkan dan resapilah kandungan kasih sayang Allah swt yang pernah diungkapkan Rasulullah dalam haditsnya itu. Mari lebih mendekat lagi pada Allah SWT.

Saudaraku...
mari tundukkan hati. Menyadari lebih dalam lagi, apa yang menjadi cita-cita hidup kita dan kepada siapa kita sangat bergantung. Semoga kita bisa menjadi lebih mengerti, bahwa mencari kemuliaan dari selain Allah, adalah sangat menipu. Kemuliaan yang datang bukan dari Allah swt, bahkan menjadi jerat syaitan yang menyesatkan. "Barang siapa yang memuliakan Allah, maka Allah akan memuliakannya. Barang siapa yang menghinakan Allah maka Allah akan menghinakannya," begitu nasihat Hasan Al Bashri. (Az Zuhd/120)

Saudaraku,
tenanglah di sini. Sebenarnya, tak ada yang bisa menyempitkan dan membuat kita sedih di jalan ini.. Berjalanlah terus, hadapi keadaan apapun di atasnya. Para salafushalih yang mendahului kita telah bepesan, "Jika engkau dirundung ketakutan, ditimpa kesedihan, diterpa gelisah. Berdirilah saat itu juga untuk sholat. Ruhmu akan meninggi dan jiwamu akan tenang. Sesungguhnya sholat mampu menghilangkan kesedihan dengan izin Allah. Sholat mampu menghapus kegelisahan. (La tahzan, Syaikh Al Qarni). Di situlah letaknya rahasia dan inti kemuliaan, saudaraku. Kemuliaan yang mula-mula terpancar dari dalam diri. Kemuliaan jiwa yang lalu menjadikannya, tak pernah larut dalam ombak kehidupan. Kemuliaan yang menjadikan seseorang tangguh, pantang menyerah dalam berjuang. Kemuliaan yang menjadi sumber kemuliaan dalam hati semua makhluk. Dan, kemuliaan itu hanya datang dari Allah swt saja. Dengarlah nasihat Ibnul Qayyim rahimahullah, tentang siapa orang yang paling merasakan kelezatan hidup? Katanya, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan lezatnya bermarifah kepada Allah, lalu mencintai,erindukan pertemuan dengan-Nya, sambil tetap cenderung untuk tetap dicintai dan diridhai-Nya.

Dikutip dari Menggapai Mutiara di Dasar Hati (Muhammad Nursani)\

Sumber: www.oaseislam.com

;;