AHLAN WA SAHLAN
(HR. Bukhori dan Muslim dalam kedua kitab Shahih-nya dengan redaksi tersebut)
SKB Pelarangan Ahmadiyah Diteken Tiga Menteri
0 comments Posted by Penjaga Pantai at Tuesday, June 10, 2008
Selasa, 10 Juni 2008 11:20 WIB
Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung pada Senin (9/6) telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang Peringatan dan perintah kepada penganut, pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia serta warga masyarakat.
"Kami mohon maaf SKB ini baru diterbitkan pada hari ini,
semata-mata karena kehati-hatian kami mengingat substansi dari SKB itu, perlu penelaah dan pertimbangan yang sangat komprehensif, " ujar Menag M. Maftuh Basyuni dalam konferensi pers bersama dengan Mendagri Mardiyanto dan Jaksa Agung Hendarman Supadji, di Operation Room, Departemen Agama, Jakarta, Senin (9/6).
Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan upaya penyelesaian kasus JAI dengan berbagai pendekatan yang berakhir dengan dikeluarkannya 12 butir penjelasan JAI pada 14 Januari 2008, sebagai tindak lanjut penjelasan tersebut Bakor Pakem sudah melakukan pemantauan. Dan dari hasil pemantauan tersebut Bakor Pakem telah merekomendasikan kepada pemerintah agar JAI diberikan peringatan dan perintah untuk menghentikan kegiatannya.
Menag menjelaskan, SKB ini diterbit dengan mengacu pada UUD 1945 pasal 28E, 28I, 28J, dan 29 yang pada intinya bahwa setiap warga bebas dan berhak untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Namun dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk dengan pembatasan yang ditetapkan dengan UU. Kedua UU No.39/1999 tentang HAM khususnya pasal 70 dan 73. Ketiga UU No.12/2005 tentang penetapan covenan tentang hak-hak sipil dan politik. Keempat UU No.1/PNPS/1965 tentang pencegahan penyalagunaan dan penodaan agama.
Lebih lanjut Menag menyatakan, isi SKB tersebut memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggotadan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran, penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.
"Penganut dan pengurus JAI yang tidak mengindahkan perintah dan peringatan ini, dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundangan termasuk terhadap organisasi dan badan hukumnya, " kata Maftuh.
Menag menjelaskan, isi SKB ini juga memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketentraman dan ketertiban umum dengan tidak melakukan perbuatan dan tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota dan pengrus jamaah Ahmadiyah Indonesia.
Menag menegaskan, SKB ini bukanlah intervensi Negara terhadap keyakinan seseorang, melainkan upaya Pemerintah sesuai kewenangan yang diatur oleh Undang-undang dalam rangka menjaga dan memupuk ketentraman beragama dan ketertiban kehidupan bermasyarakat.
Kepada aparat pemerintah dan pemerintah daerah, tambah Menag, SKB ini memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawas pelaksanaan keputusan bersama ini.
Sementara itu, Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan, SKB ini bukan pembubaran, tapi berujung kepada penghentian kegiatan JAI. "Jika peringatan tidak diindahkan, penganut JAI akan terkena sanksi sesuai peraturan perundang-undangan, " ucapnya.
Mendagri Mardiyanto mengatakan, harapan masyarakat sebenarnya meminta Ahmadiyah dibubarkan, tapi dalam SKB ini perlu adanya peringatan dan perintah kepada JAI. Jika dalam perjalanan SKB ini tidak didindahkan, maka aparat dapat mengambil tindakan.Sumber: www.eramuslim.com
Labels: Nasional
Inilah Jadwal dan Nama Anggota DPR yang ke Argentina
0 comments Posted by Penjaga Pantai at Wednesday, May 21, 2008
Rabu, 21 Mei 08 16:00 WIB
Sudah bukan rahasia umum lagi jika agenda studi banding ke luar negeri yang dilakukan oleh anggota DPR sesungguhnya cuma merupakan akal-akalan para anggota terhormat untuk bisa melancong gratis ke luar negeri (pakai uang rakyat, yang sekarang banyak yang bunuh diri gara-gara himpitan kemiskinan dan kemelaratan hidup yang kian hari kian sulit ditanggung).
Di saat rakyat banyak antri BBM, menangis dengan airmata darah, bahkan bunuh diri atau membunuh anak-anaknya yang masih balita karena tidak tahan dengan kemiskinan, anggota DPR tanpa sedikit pun memiliki empati terhadap nasib rakyat ini lagi-lagi melancong ke luar negeri. Kali ini ke Buenos Aires, Argentina, untuk (katanya) studi banding soal pemilihan umum.
Situs Kompas (16/5) berjudul “Anggota DPR Bawa Keluarga Plesir ke Argentina” menulis, “Anggota DPR melakukan kunjungan kerja dengan uang saku 500 dollar AS atau Rp 4, 6 juta per hari per orang. Ada 12 anggota DPR yang mendapat uang saku sebesar 500 dollar AS per hari per orang atau setara dengan Rp 4, 6 juta. Total menghabiskan uang negara 6.000 dollar per hari atau 48.000 dollar atau senilai Rp 441 juta dalam delapan hari. Tidak termasuk biaya untuk 10 staf.”
Jumlah tersebut hanya untuk uang saku. Belum termasuk akomodasi hotel kelas luxury, transport, tunjangan ini itu, dan sebagainya. Dan ingat, semua ini berasal dari uang rakyat.
“Anggota DPR yang berangkat studi banding ke Argentina pada masa persidangan IV Tahun Sidang 2007-2008 mewakili semua fraksi di DPR, kecuali Partai Golkar dan Partai Demokrat. Jumlah rombongan yang berangkat 27 orang, dengan rincian 12 anggota DRP, dua isteri anggota DPR, satu suami anggota DPR, 12 staf, dan seorang isteri staf, ” demikian Kompas.
Dari jadwal kegiatan mereka di Argentina ini yang selama lebih kurang delapan hari, waktu yang dipergunakan untuk sungguh-sungguh bekerja (rapat) cuma 10 jam, sedangkan untuk piknik adalah 55 jam! (lihat jadwal terlampir). Ini merupakan fakta yang tidak bisa dibantah jika anggota DPR ini memang plesiran dengan mempergunakan uang rakyat!
Siapa saja dan apa saja yang mereka lakukan di Argentina? Silakan lihat sendiri. Berikut ini jadwal kegiatan anggota DPR selama di Argentina dan daftar nama-nama yang berangkat (dari Kompas, 16/5):
Senin (12/5)
Pukul 20.00 WIB berkumpul di Bandara Soekarno Hatta.
Pukul 22.10 tinggal landas menuju Bandara Changi, Singapura.
Selasa (13/5)
Pukul 00.45 tiba di Singapura (transit)
Pukul 02.00 tinggal landas menuju Dubai Uni Emirat Arab.
Tiba pukul 10.00 setelah transit, ganti pesawat terbang lagi ke ke Sao Paolo, Brasil.
Pukul 17.55 Tiba di Sao Paolo
Pukul 21.30 tinggal landas menuju Buenos Aires, Argentina
Rabu (14/5)
Pukul 00.30 tiba Buenos Aires, check-in di Park Chateau Kempinski
Pukul 09.00-11.00 rapat dengan parlemen
Pukul 13.00-17.00 rapat dengan Camara Nacional Electoral (KPU)
Kamis (15/5)
Pukul 09.00-11.00 Rapat dengan Lembaga Penyelesaian
Konflik Pemilu (Electoral Management Body)
Pukul 13.00-17.00 Tamasya ke Delta Tigre dan Colon Theatre
Jumat (16/5)
Pukul 07.00 check-out dari hotel
Pukul 08.30-11.00 tamasnya ke 9th Juli Avenue, Obalisk, Metropolitan Cathedral, Cabildo dan menuju bandara
Pukul 18.00 tiba di Sao Paolo, check-in di Novotel Jeregua
Pukul 19.00-21.00 pertemuan dengan KBRI
Sabtu (17/5) hingga Minggu (18/5): Dua hari penuh, tamasya dalam kota
Minggu 19.00 check-out dan menuju bandara
Senin (19/5)
Pukul 01.25 tinggal landas menuju Dubai
23.05 tiba di Dubai, rombongan berpisah dan sebagian umroh
Selasa (20/5)
Pukul 16.25 tiba Bandara Soekarno Hatta
Sedangkan daftar nama-nama anggota dPR yang plesir ke Argentina adalah:
1.Yasonna Hamonangan Laoly (PDIP)
2.Andi Yuliani Paris (PAN)
3 Tumbu Saraswati (PDIP)
4.Jacobus Mayongpadang (PDIP)
5.Emmy Rerung Rante (isteri Jacobus Mayongpadang)
6 Hasril Azwar (PPP)
7 Nani Muliani (isteri Hasril Azwar)
8 Patrialis Akbar (PAN)
9 Putra Jaya (PAN)
10 Saifullah Mas'hum (PKB)
11 Badriyah Fayumi (PKB)
12 Abu Bakar (suami Badriyah)
14 Jazuli Juwaini (PKS)
15 Saut Marasal Hasibuan (PDS)
16 Rahmat Budiaji (staf)
17 Andie Widianto (staf)
18 Novianto Murti Hartono (staf)
19 Sudarsono (staf)
20 Evi Adiningrum (isteri Sudarsono)
21 Jajang Abdullah (staf)
22 Karim Mustari (staf)
23 Robert Simbolon (staf)
24 Suwarno Putra Raharjo (staf)
25 Gunawan Suswantoro (staf)
26 Agung Mulyana Saleh (staf)
27 Desmalili Mariati (staf)
Believe it or not? Inilah kelakuan para wakil rakyat kita yang kita pilih dalam Pemilu 2004 lalu.Sumber:www.eramuslim.com
Labels: Nasional
Kisah Pilu yang Tersisa dari Tragedi Pembantaian Israel
0 comments Posted by Penjaga Pantai at Tuesday, April 29, 2008“Bu… kapan suara bom itu berhenti?”“Bu... apakah kita bisa bermain di pantai dan berenang-renang di sana?” “Bu… kita pasti bisa bermain sepeda lagi di sekitar rumah” “Bu… seperti kata Ibu, kita pasti bisa naik mobil menembus pengepungan ini. Benar kan, bu?”
Pertanyaan demi pertanyaan itu mengisi benak dan mimpi anak-anak kecil di Ghaza. Mereka bertanya dan bertanya pada orang tua mereka, kapan mereka bisa bersuka cita? Apalagi, meski tak terlalu mengerti, setidaknya mereka turut mendengar bila ada perwakilan Ghaza yang berangkat ke Kairo Mesir untuk membahas upaya gencatan senjata. Itu tandanya, bagi mereka, ada harapan kebahagiaan setelah itu.
Hanaa, gadis cilik usia lima tahun berteriak gembira, “Akhirnyaa.. aku bisa tidur dengan tenang.. “ Adiknya, Shalih yang berusia 4 tahun menyambut, “Kita bisa bermain dan bersenang-senang lagi…” Sang ibu kemudian menjawab kebahagiaan itu, “Ayo.. sekarang tidur dulu.. biar besok pagi kita dengarkan bagaimana berita tentang gencatan senjata… semoga saja apa yang kalian harapkan terwujud..“ Malam itu, keluarga Muslim di Ghaza pun terlelap dalam mimpi indahnya tentang suasana yang lebih aman.
Tapi, harapan dan mimpi itu dijawab Zionis Israel dengan berita bak mengiris hati dengan sembilu. Pagi keesokan harinya, bom Israel sengaja ditembakkan ke rumah Abu Ma’tiq yag terletak di utara Ghaza. Anak-anak yang ada di dalam rumah itu, Mas’ad (1), Hanaa (3), Shalih (4), Radena (6), semuanya bergelimpangan tanpa nyawa di antara reruntuhan rumah. Sang ibu, dengan penuh luka dan tangis akhirnya sampai ke rumah sakit. Dan tak beberapa lama, ia pun menghembuskan nafasnya yang terakhir, menyusul keempat anaknya. Ia seperti tak mau berlama-lama tinggal di dunia yang hampa dari senyuman anak-anak yang menjadi buah hatinya.
Sang ayah, dengan lirih berkata, “Mereka merampas semua keluargaku... rumahku sekarang hancur.. tak ada penghangat di musim dingin.. semuanya hilang. Mereka semalam bermimpi tentang gencatan senjata dan pencabutan isolasi Ghaza. Mereka juga sudah merencanakan hari libur yang indah. Mereka ingin hidup dengan aman. Tapi kedengkian dan kebencian Israel telah merampas mereka dan mimpi-mimpi mereka. Mereka semuanya meninggal.. “
Hari itu, Bait Hanun, menyelimuti jasad para syuhadanya. Duka kembali menghangat di perkampungan pejuang Palestina yang tak mau tunduk dengan keinginan Israel dan AS yang terbukti haus darah. Ya, mimpi tentang gencatan senjata, dijawab dengan pembantaian.. Inna lillah..Sumber:www.eramuslim.com
Labels: Internasional
Ketum PBNU: Pembakaran Masjid Ahmadiyah Tindakan Kriminal
0 comments Posted by Penjaga Pantai at Tuesday, April 29, 2008
Selasa, 29 Apr 08 16:20 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. A Hasyim Muzadi menegaskan, pemerintah harus bertanggung jawab terhadap aksi pembakaran masjid milik jamaah Ahmadiyah di Kampung Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Meskipun sudah dinyatakan menyimpang, aset, fasilitas, dan milik jamaah Ahmadiyah harus dilindungi.
"Itu termasuk tindak kriminal. Tindakan ini tidak bisa dikaitkan dengan tindak penyimpangan Ahmadiyah. Pemerintah harus mencegah hal itu, " katanya kepada wartawan, di Gedung PBNU Jakarta, Senin (28/4).
Hasyim menegaskan, PBNU mengecam tindakan kekerasan yang ditunjukkan masyarakat terhadap warga Ahmadiyah. Karena, dalam ajaran Islam diharamkan melakukan tindakan kekerasan.
"Ya, tidak boleh, kalau sendiri-sendiri (main hakim), nanti tidak ada lagi aturan hukum nasional, " katanya.
Ia menjelaskan, penyimpangan yang dilakukan Ahmadiyah menyangkut masalah akidah. Dan, mengenai aset dan fasilitas milik pengikut aliran itu, jelas tak ada hubungannya dengan masalah akidah. Karena itu, lanjut Hasyim, masyarakat tidak punya hak untuk melakukan perusakan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu mendesak kepada pemerintah agar mencegah segala bentuk tindakan kekerasan pada Ahmadiyah. Pasalnya, Indonesia adalah negara hukum dan segala masalah harusnya diselesaikan menurut hukum yang berlaku.
“Pembakaran tidak boleh karena Indonesia, ada imam negara. Serahkan semua pada pemimpin. Kalau 'jalan' sendiri-sendiri, berarti tidak ada aturan hukum nasional, ” pungkas Presiden World Conference on Religions for Peace itu.
Seperti diketahui, sekitar 500 warga Parakan Salak, Kecamatan Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi, Jabar, melakukan pembakaran terhadap masjid Al-Furqon, Ahad (27/4) malam. Masjid itu merupakan tempat ibadah Jemaat Ahmadiyah di Sukabumi. Dalam peristiwa itu, warga sempat menahan mobil pemadam kebakaran yang akan melakukan pemadaman di lokasi.
Peristiwa itu disebut-sebut merupakan buntut dari tuntutan warga sekitar yang menghendaki ditutupnya aktivitas serta tempat peribadatan Ahmadiyah. Tuntutan warga itu sempat dituangkan dalam surat keputusan bersama antar-warga yang berasal dari wilayah III Sukabumi. Namun, menurut warga, tuntutan tersebut diabaikan pihak Ahmadiyah.Sumber:www.eramuslim.com
Labels: Nasional
Senin, 28 Apr 08 15:50 WIB
Orang banyak mengenalnya sebagai Pak Natsir. Nama lengkapnya Muhammad Natsir, bergelar Datuk Sinaro nan Panjang, lahir di Minangkabau tanggal 17 Juli 1908, tepatnya di kampung Jembatan Berukir, Alahan Panjang, Sumatera Barat, dari pasangan Sutan Saripado dan Khadijah. Beliau adalah tokoh bangsa, tokoh umat, dan tokoh dunia Islam, karena aktifitas dan peran yang telah dilakukannya untuk Islam dan umat tanpa mengenal lelah.
Pada tahun 1945-1946, pak Natsir menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP), tahun 1946-1949 menjabat sebagai Menteri Peneranan RI, tahun 1950-1951 menjadi Perdana Menteri RI.
Dalam percaturan dunia Islam, khususnya di negara-negara Arab, pak Natsir sangat dikenal, dihormati dan disegani, beliau ikut serta dan terlibat pada beberapa organisasi Islam tingkat internasional, tahun 1967 diamanahkan menjabat Wakil Presiden World Muslim Congress (Muktamar Alam Islami), Karachi, Pakistan, tahun 1969 menjadi anggota World Muslim League, Mekah, Saudi Arabia, tahun 1972 menjadi anggota Majlis A’la al-Alam lil Masajid, Mekah, Saudi Arabia, tahun 1980 menerima “Faisal Award” atas pengabdiannya kepada Islam dari King Faisal, Saudi Arabia, tahun 1985 menjadi anggota Dewan Pendiri The International Islamic Charitable Foundation, Kuwait, pada tahun 1986 menjadi anggota Dewan Pendiri The Oxford Centre for Islamic Studies, London, Inggris dan angota Majelis Umana’ International Islamic Univesity, Islamabad, Pakistan.
Ketika Subandrio naik haji dan ingin bertemu dengan Raja Faisal, Raja Faisal tidak mau menerimanya. Setelah diusahakan oleh pihak KBRI Jedah dan prosesnya agak lama, akhirnya Raja Faisal mau juga menerima Subandrio yang saat itu menjadi orang penting di Indonesia. Subandrio menceritakan tentang Islam di Indonesia, juga menceritakan perannya membela Islam, kisah naik haji dan lain-lain.
Tanpa disangka dan diduga oleh Subandrio, Raja Faisal langsung bertanya, “Kenapa saudara tahan Muhammad Natsir?”. Pak Natsir pernah diasingkan oleh pemerintah Orde Lama ke Batu Malang, Jawa Timur (1960-1962) dan menjadi “tahanan politik” di Rumah Tahanan Militer (RTM) Keagungan Jakarta (1962-1966).
“Saudara tahu”, kata Raja Faisal. “Muhammad Natsir bukan pemimpin umat Islam Indonesia saja, tetapi pemimpin umat Islam dunia ini, kami ini!”.
Dalam bidang akademik, Pak Natsir menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang Politik Islam dari Universitas Islam Libanon (1967), dalam bidang sastra dari Universitas Kebangsaan Malaysia, dan dalam bidang pemikiran Islam dari Universitas Saint dan Teknologi Malaysia (1991).
Perhatian dan kepedulian Pak Natsir terhadap Palestina terus bergelora, tak lapuk karena hujan, tak lekang karena panas, walau usianya sudah uzur, lah laruik sanjo istilah orang Minang, beliau masih memiliki semangat yang tinggi dan kepedulian yang besar terhadap urusan umat khususnya Palestina.
Pak Natsir banyak meninggalkan karya tulis yang berkaitan dengan dakwah dan pemikiran, sebagiannya diterbitkan dalam bahasa Arab, misalnya Fiqh Da’wah, dan Ikhtaru Ahadas Sabilain (Pilih Salah Satu dari Dua Jalan). Beliau juga menulis buku khusus yang membahas permasalahan Palestina dengan judul Qadhiyatu Falisthin (Masalah Palestina).
Menurut Al-Mustasyar Abdullah Al-‘Aqil, mantan wakil Sekretaris Jendral Rabithah Alam Islami di Mekah Al-Mukaromah, “Dr. Muhammad Natsir sangat serius memperhatikan masalah Palestina. Ia temui tokoh, pemimpin dan dai di negara-negara Arab dan Islam untuk membangkitkan semangat membela Palestina, setelah kekalahan tahun 1967”.
Ketika redaktur majalah “Al-Wa’yul Islami” Kuwait, ustadz Muhammad Yasir Al-Qadhami bersilaturrahim ke rumah pak Natsir, Februari 1989, dan bertanya tentang tokoh-tokoh yang berpengaruh pada dirinya dan mempengaruhi perjuangannya, pak Natsir menjawab, “ Haji Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, Imam Asy Syahid Hasan Al-Banna, dan Imam Hasan Al-Hudhaibi. Sedang tokoh-tokoh Indonesia adalah Syekh Agus Salim dan Syekh Ahmad Surkati.”
Di hadapan sekitar 2.000 orang yang hadir dalam acara Tasyakur 80 Tahun Muhammad Natsir, di Masjid Al-Furqan, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, 17 Juli 1988. Pak Natsir menyampaikan kepada jama’ah, founding fathers, tokoh dan pendiri Republik ini, ulama, zuama, cendikiawan, dan generasi muda Islam tentang perjuangan anak-anak dan pemuda Palestina melawan penjajah Zionis Israel.
“Soal Palestina yang selama ini macet, hidup kembali dengan demonstrasi, pemuda-pemuda dan anak-anak sekolah yang secara spontan menyatakan protes dengan beramai-ramai melempari dengan batu (bukan granat) dengan seruan Allahu Akbar, ke arah tentara Israel yang bersenjata lengkap. Sudah delapan bulan yang demikian itu berjalan, sudah banyak yang syahid ditembaki oleh tentara Israel. Tetapi mereka tak berhenti. Siapa yang mnenyangka tadinya akan demikian semangat jihad anak-anak belasan tahun berhadapan dengan angkatan bersenjata Israel…Demikianlah. Tak ada yang tetap di dunia ini. Innazzamaana Qadistadaara (Zaman beredar, musim berganti)”.
Walau dikenal luas oleh para tokoh dunia, Pak Natsir tetap menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan. Pak Natsir merupakan salah satu dari sedikit tokoh Islam Indonesia yang sungguh-sungguh berjuang menghidupi Islam, bukan sungguh-sungguh hidup dari memanfaatkan Islam, sehingga menjadi gemuk di jalan dakwah, seperti yang sekarang banyak dikerjakan orang-orang yang mengaku tokoh Islam. Bagi Pak Natsir, dunia dengan segala gemerlapnya adalah kepalsuan, bukan hakikat.
Tokoh yang sederhana ini wafat pada hari Sabtu tanggal 6 Februari 1993 pukul 12.10 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam usia 84 tahun. Semoga Allah ampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan dilapangkan kuburnya, dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih di dalam surga.
“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauhmahfuz).”(QS: Yaasin/36: 12).
Sumber: www.eramuslim.com
H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA email: ferryn2006@yahoo.co.id
Labels: Tahukah anda?
Israel Bunuh Gadis Palestina Berusia 14 Tahun
0 comments Posted by Penjaga Pantai at Monday, April 28, 2008
Senin, 28 Apr 08 15:06 WIB
Usia belasan merupakan saat-saat paling indah bagi setiap manusia. Dalam rentang masa usia itulah, banyak pengalaman dan perkembangan baru yang dialami setiap manusia yang hidup di bumi ini. Dari perkembangan tubuh, pemikiran, jiwa, hingga religiusitas.
Namun saat-saat yang indah tersebut rupanya tidak berlaku bagi Maryam Tal’at Ma’rouf, 14 tahun. Remaja Palestina ini di usia yang masih sangat belia dipaksa mengakhiri kehidupan dan segala mimpi indahnya tatkala sepasukan tentara Zionis-Israel mendobrak rumahnya yang sebagian telah hancur menjadi puing dan langsung menyemburkan senjata apinya ke seluruh isi rumah.
Maryam dan ibunya, Samyah Ma’rouf, langsung jatuh tersungkur tersiram beberapa timah panas. Gadis dari Beit Lahiya, utara Jalur Gaza tersebut langsung menemui Sang Khaliq.
Peristiwa menyedihkan itu terjadi hari Sabtu pagi (26/4) dan merupakan satu dari rentetan pembunuhan yang dilakukan pasukan Zionis di daerah itu dibantu siraman timah pans yang dimunahkan dari helikopter-helikopter tempur Israel yang bersliweran di atas langit.
Muawiyah Hassanein, Direktur Emergency and Ambulance Services di dalam Kementerian Kesehatan Palestina, mengidentifikasi beberapa warga sipil Palestina yang menjadi korban kebrutalan pasukan Israel. Antara lain Saleh Ma'rouf (40), Zuhair Sobh (27), Ziad, Mustafa Sobh (28), Ahmad Abd al-Muttalib Al-Kahlout (25), dan Al-Kahlout (14). Seluruhnya dilarikan ke Kamal Udwan Hospital di Utara Gaza.
Apa yang terjadi di atas merupakan rutinitas yang terjadi di Palestina, wabilkhusus Jalur Gaza, setiap hari. Adakah kita masih sudi membelanjakan uang kita untuk membeli produk-produk pendukung Zionis-Israel yang sesungguhnya wajib kita haramkan untuk membelinya. Jika kita lupa, silakan melihat daftar produk pro Israel yang wajb diboikot, haram untuk dibeli oleh umat Islam, di situs www.inminds.co.uk. Jadilah Muslim yang menghidupkan Islam, bukan hidup dari Islam!Sumber :www.eramuslim.com
Labels: Internasional
Diisolasi Ketat, Mengapa Penduduk Ghaza Tetap Bertahan Hidup?
0 comments Posted by Penjaga Pantai at Friday, April 25, 2008
Kamis, 25 Apr 08 13:30 WIB
Obat-obatan dilarang ketat masuk ke wilayah Ghaza. Tapi beberapa waktu terakhir, sejumlah obat standar sudah muncul di sejumlah apotik di kota yang terisolir ketat oleh kekejaman Israel itu.
Bahan bakar dan bahan makan pokok juga tidak boleh datang memenuhi kebutuhan penduduk Ghaza. Tapi belakangan, bahan bakar dan sejumlah bahan makan pokok sudah mulai dijual di pasar-pasar Ghaza. Ada apa gerangan?
Penduduk Ghaza memang tak pernah tunduk pada keinginan Israel dan AS untuk menjungkalkan Hamas yang telah menjadi pilihan mereka. Karenanya, bagi penduduk Ghaza tak ada kata lain kecuali bertahan dan mencari solusi yang mungkin dilakukan untuk tetap bertahan hidup. Terlebih makin lama, Israel makin memperketat pasokan kebutuhan hidup mereka, di tengah sikap diam dunia internasional.
Dan inilah rahasianya, menurut Abu Khalid, sejumlah penduduk Ghaza kini aktif menggali lubang-lubang bawah tanah untuk mendapatkan haknya untuk hidup. Simak ungkapannya, “Permintaan solar, bensin, gas dalam berbagai bentuknya meningkat. Dan dalam beberapa waktu lalu kami membawa juga makanan dan obat-obatan ke Ghaza. Ada tempat rahasia dan persiapan yang baik dengan penuh kehati-hatian dan hubungan yang luas. Itulah yang paling utama kami lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Kami mulai menggali lubang bawah tanah, yang kini menjadi aset yang paling berharga saat isolasi Israel. Kami berusaha membawa para pekerja penggali lubang bawah tanah berikut peralatannya dengan waktu yang sangat singkat agar tidak diketahui oleh Israel.”
Ya, ternyata lubang bawah tanahlah yang menjadi arus jalan yang menghubungkan penduduk Ghaza dengan dunia lain. Sebenarnya upaya penggalian lubang bawah tanah sudah dimulai sejak meletusnya intifadhah Al-Aqsha tahun 2000. Sejumlah keluarga memilih profesi yang menguntungkan itu untuk dipekerjakan oleh para pedagang, guna menggali lubang. Dan dana yang dibutuhkan untuk menggali lubang bawah tanah antara 3 ribu sampai 4 ribu dolar.
Lorong bawah tanah adalah jalan rahasia yang bisa menghubungkan Ghaza dan Mesir. Panjangnya bisa mencapai 700-an meter dan diameter lubang 2 meter. “Mungkin saja secara pendanaan apa yang saya lakukan ini tidak menghasilkan uang yang banyak, tapi ini sangat berbahaya sekali dan bisa saja lubang itu hancur kapan saja. Juga karena ada gas yang mematikan yang biasa disemprotkan sayap keamanan Mesir ketika mereka mendapatkan lubang itu, ” ujar Khalid.
Sementara Abu Ramiz, salah satu pekerja penggali lubang sejak lima tahun lalu mengatakan, “Saya kehilangan pekerjaan di Erez yang berada di bawah kekuasaan penjajah Israel. Karenanya, saya terpaksa melakukan pekerjaan berat dan berbahaya ini.”
Ia menjelaskan, langkah menggali lubang bisa memakan waktu antara 6 hingga 8 bulan. Dengan lama pengerjaan seperti itu, jelasnya, lubang yang digalinya bisa sampai ke kota Rafah Palestina yang berbatasan dengan kota Arish Mesir. Soal resiko kematian yang mengancamnya saat menggali lubang sudah disadari oleh Abu Ramiz. Ia juga menyampaikan ada sejumlah rekannya yang mati terkubur di dalam lubang karena lubang itu hancur.Sumber: www.eramuslim.com
Labels: Internasional

